<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369</id><updated>2012-02-14T09:07:29.472-08:00</updated><title type='text'>Hidup. Buat Sejarah.</title><subtitle type='html'>Niat. Tulis. Doa. Kerja. Karya. Nyata. Ikhlas. Doa. Berkah.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>71</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-7063721664482235959</id><published>2012-02-14T08:13:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T09:07:29.492-08:00</updated><title type='text'>Para Idealist</title><content type='html'>Alangkah anehnya diri kita. Seringkali malah menyalahkan mereka yang disebut realita. Dengan idealisme yang sudah digenggamnya sejak dahulu, maka setiap realita seolah dibenturkan. Beginilah bentuk kokohnya idealisme, katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, ada yang ingin aku tanyakan. Apakah pada setiap kejadian yang sudah, sedang, dan akan terlewat, adalah rentetan peristiwa tanpa skenario? Ataukah begini, beberapa kejadian adalah sesuatu yang tidak pernah sama sekali menyentuh kesengajaan, atau yang sering disebut dengan istilah kebetulan? Atau ada yang menyebut dengan istilah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;black swan&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mengiyakan setiap kalimat tanya di atas, mungkin manusia merasa tidak perlu merencanakan sesuatu hal apapun. Toh setiap kejadian itu adalah kebetulan. Anda pasti tidak setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kejadian, atau realita yang ada, adalah skenario. Allah yang merancang. Tetapi masalahnya adalah hal tersebut bukanlah area yang mesti kita ketahui. Sekali lagi, ini bukan area kita untuk ketahui. Sebabnya jelas, karena pengetahuan kita amat terbatas. Sehingga kata prediksi itu menggambarkan kejadian yang mungkin terjadi, tanpa pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sangat aneh jika kita selalu mengeluh dengan tiap realita yang ada. Mungkin saja, ada yang belum dipahami dari idealisme yang katanya sudah terpegang sejak lama. Sesungguhnya, istilah kokoh dalam idealisme itu adalah pada fundamentasinya, bukan pada implementasi. Dan dinamika yang terjadi, realita yang ada, adalah skenario Allah yang banyak tidak kita ketahui dari setiap alasan kejadian tersebut hingga bentuk yang akan terjadi kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah sebutkan, manusialah yang buat dirinya sendiri terzolimi. Maka ketika realita yang ada adalah banyak yang terzolimi, begitulah ketetapan-Nya. Termasuk pada skenario-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga jelas, realita bukan untuk dibenturkan. Tetapi dibenarkan. Dengan idealisme yang ada. Dengan melenturkan implementasi dari idealisme itu. Siapa tahu, begitulah skenario Allah untuk menguji para &lt;span style="font-style:italic;"&gt;idealist&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-7063721664482235959?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/7063721664482235959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2012/02/para-idealist.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/7063721664482235959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/7063721664482235959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2012/02/para-idealist.html' title='Para Idealist'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-564498325523466053</id><published>2012-02-07T05:17:00.000-08:00</published><updated>2012-02-07T06:17:07.193-08:00</updated><title type='text'>Sabar Saja</title><content type='html'>Sebenarnya aku agak tergelitik. Kisahku, mungkin beberapa dari rekan sejawatku mengalami. Kutuliskan ini bukan untuk membeberkan rahasia seorang pasien karena tidak kusebutkan nama ataupun identitas yang lain, begitupun waktu kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku sedang jaga dalam IGD di sebuah Rumah Sakit, kudapati pasien yang baru datang dirujuk dari Rumah Sakit di suatu daerah akibat kecelakaan lalu lintas. Banyak luka terukir pada tubuhnya yang terbaring dan mengalir banyak darah darinya. Kesadarannya pun terlihat menurun. Diputuskan untuk dilakukan tindakan pertolongan segera agar pasien tersebut tidak jatuh dalam keadaan yang lebih buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurku, ia beruntung. Tuhan masih berikan nyawa yang terbenam dalam raga nya. Pasien tersebut masih selamat. Respon tubuhnya cepat, meski kemudian mesti tetap dalam observasi kami saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kondisinya terlihat stabil, diputuskan untuk menutup luka-luka yang ada dengan jahitan, agar perdarahan yang ada berhenti. Kulakukan. Dengan persetujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ada sedikit keanehan. Pasien ini kuduga dalam pengaruh obat (DPO). Atau istilahnya, ia sedang mabuk. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hecting&lt;/span&gt;, terpaksa tetap kulakukan. Agak paternalistik, memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, ia hanya memberontak. Lama kelamaan, sepertinya marahnya menjadi-jadi. Rentetan kata-kata kotor diucapkannya tepat padaku! Berkali-kali. Dan berlangsung selama proses itu berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menghirup sisa bau alkohol semerbak dari mulutnya, tetap kulanjutkan "usahaku". Ah, ternyata harus kutahan lebih lama dari yang kubayangkan. Kata-kata kotornya masih akan merasuk kupingku, sebelum tugas ini selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasibku? memang. Dan sekali lagi, mungkin kan terulang pada korban lainnya. Ngerinya membayangkan hal yang lebih buruk dari ini. Nasib kami? memang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sabar saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-564498325523466053?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/564498325523466053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2012/02/sabar-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/564498325523466053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/564498325523466053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2012/02/sabar-saja.html' title='Sabar Saja'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-6013334563204650819</id><published>2011-11-23T01:50:00.000-08:00</published><updated>2011-11-23T02:12:09.432-08:00</updated><title type='text'>Anak Buta</title><content type='html'>Cobalah engkau lakukan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirilah! Lalu pandanglah jendela kamarmu di pagi hari ketika matahari telah keluar dari persembunyiannya. Rasakan sedikit hangatnya mentari mendekap tubuhmu. Kemudian tutup kedua bola matamu. Gerakkan tanganmu ke depan wajahmu sendiri. Lambaikan ke kanan dan ke kiri. Ke atas dan ke bawah. Apa yang bisa kau lihat? Hanya bayang-bayang yang bergerak-bergerak kesana kemari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah keadaan kita sewaktu lahir. Jika dahulu kita dapat berbicara jelas, maka pasti kita kan menjerit. Kita tak mampu melihat! Namun Tuhan begitu adilnya. Tidak ada bayi lahir yang sekonyong-konyong mampu berfikir dan berbicara, bahkan berjalan dan bermain riang. Bayi akan alami proses tumbuh dan berkembang. Begitupun kedua mata ini. Mereka berkembang hingga usia menginjak 6 tahun. Mata normal kita kini tidak akan menjelma seperti ini tanpa melewati proses itu. Bersyukurlah kawan. Akui, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kita semua terlahir sebagai anak buta&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Terinspirasi oleh salah satu dokter spesialis mata Bandung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-6013334563204650819?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/6013334563204650819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/11/anak-buta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6013334563204650819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6013334563204650819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/11/anak-buta.html' title='Anak Buta'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-4196121959586122118</id><published>2011-11-23T01:23:00.000-08:00</published><updated>2011-11-23T01:28:44.934-08:00</updated><title type='text'>Cerita Kecil dari Santolo</title><content type='html'>Siang itu, hampir penuh dengan keringat. Berlalu-lalang orang-orang di depanku. Sambil membawa secarik kertas kecil, mereka juga sedang menunggu gilirannya masing-masing. Ada nenek-nenek tua dengan membawa serta anak dan cucunya. Ada pula bapak-bapak yang terlihat amat sulit berjalan tanpa dipapah. Tak jarang tangisan anak kecil mengiringi riuh suasana kala itu. Begitu ramainya hingga beberapa warga di sana ikut membantu untuk mengkondisikan ketertiban balai pengobatan yang digelar oleh beberapa mahasiswa yang tergabung dari universitas yang berbeda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuakui sangat lelah rasanya. Penatnya begitu merasuk ke kepala. Aku memutuskan untuk beristirahat sejenak. Aku keluar dari ruangan sambil melepaskan serat-serat ototku yang sedang berketemukan. Kujumpai seorang ibu menggendong anaknya seusia 1 tahun menurutku. Lalu aku bertanya basa-basi, "Ibu, ini anaknya berapa tahun usianya?". Ibu itu menjawab, "2,5 tahun cep." Aku sedikit tergelak. Anak dengan usia itu belum berjalan sendiri, dan terlihat pendiam. Kemudian kutanya kembali, "Ibu sudah diperiksa di dalam?" dan sang ibu menjawab, "Oh. Belum cep. Da ini anak saya yang mau diperiksa." Kutanya balik, "Memangnya kenapa Bu dengan anaknya?" Ibu itu menjawab lagi, "Iya cep, ini teh anak saya kan udah 2 tahun lebih, tapi ya begini kondisinya. Itu coba lihat cep, ada yang nonjol kan di punggung nya?" Sambil memperhatikan punggung yang ditunjuk, aku mengiyakan. Lalu Ibu tersebut bertanya balik,"Ibu tuh mau tahu aja sebenarnya, klo seperti ini tuh bisa disembuhkan gak ya?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku henyak sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku memiliki diagnosis banding tersendiri pada anak ini. Spina bifida dengan paralysis nervus spinalis segmen lumbal. Setidaknya hal itu yang menjadi berat untuk mengatakan faktanya kepada sang ibu bahwa anaknya memiliki kelainan bawaan cukup berat yang membuatnya tidak dapat berjalan. Apalagi jika harus katakan juga bahwa kemungkinan anak pada kehamilan berikutnya memiliki resiko terjadinya hal serupa. Dan jikalau dioperasi kelak, sungguh tidaklah mudah untuk menjangkaunya. Benar-benar tak tahu aku harus berkata apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh beginilah kejiwaan sosialku diketuk. Ibu tersebut berasal dari daerah dengan sosioekonomi yang minim yang bahkan untuk menuju ke daerah keramaian saja dibutuhkan waktu 2 jam dengan melewati terjal tebing serta hutan dan jalan berbatu. Selain itupun, daerah ini berada sekitar 6-7 jam dari kota bandung. Bayangkan, apabila kusarankan anak tersebut untuk dilakukan operasi di RSHS, kurasa itu benar-benar konyol. Beliau jelas membutuhkan uluran bantuan. Tapi hingga saat aku menulis ini pun, aku tak tahu bagaimana caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, kita dengan mereka adalah sama. Sama-sama memiliki hak untuk berbahagia dengan kualitas hidup yang baik. Sebagian bisa berkata, itu nasib. Tetapi aku pun bisa sampaikan, nasib kita juga yang seharusnya ditugaskan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan dan kompetensi kita masing-masing. Dan mereka adalah bagian dari masyarakat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Cerita kecil dari desa Tipar, kec.Pameungpeuk, Garut. Mungkin, tidak ada yang melihatnya ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu ceritaku.. apa ceritamu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-4196121959586122118?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/4196121959586122118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/11/cerita-kecil-dari-santolo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4196121959586122118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4196121959586122118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/11/cerita-kecil-dari-santolo.html' title='Cerita Kecil dari Santolo'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-2593724648703947724</id><published>2011-11-03T16:09:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T16:10:10.661-07:00</updated><title type='text'>Orang Asing</title><content type='html'>Tidakkah dirimu merasa jengah? Kau tahu, kini kau dibuang. Seolah kau tidak punya tempat lagi di selimut bumi ini. Dirimu tenggelam dalam anggapan benak-benak yang kotor. Kau bagai sampah bernyawa. Dibuang, dan kembali lagi. Diinjak, dan lagi-lagi kembali. Isi kepalamu seperti tidak punya logika. Kau juga tahu, tubuhmu lemah seperti arang. Tetapi lagi-lagi kembali. Lagi-lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah dirimu merasa malu? Kau tahu, kau berbeda. Tingkahmu asing. Pikirmu aneh. Kau tahu, kau selalu dianggap bodoh dan kaku. Jika orang jadi sepertimu, pasti jatuh miskin. Begitu orang pikir. Tapi lagi-lagi kau kembali. Lagi-lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mengerti seberapa hebat kau. Aku tak peduli itu. Aku hanya mau tahu alasan. Mengapa kau mampu bertahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-2593724648703947724?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/2593724648703947724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/11/orang-asing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2593724648703947724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2593724648703947724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/11/orang-asing.html' title='Orang Asing'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-2825654087954758650</id><published>2011-09-01T08:21:00.000-07:00</published><updated>2011-09-01T08:52:38.199-07:00</updated><title type='text'>Dosa Yang Terabaikan</title><content type='html'>Pagi-pagi matahari belum menyapa. Dinginnya mendekap tubuh yang masih malas beranjak dari tempat aku bermimpi. Terdengar gema takbir yang memang tiada henti berkumandang semalaman dari pengeras suara masjid di dekat rumah. Kudirikan sholat subuh dan dilanjutkan sholat ied ketika waktu dhuha akan tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 7, kami memulai sholat. Tempatnya begitu ramai karna masjid ini menjadi satu dari beberapa masjid yang menyelenggarakan sholat ied pada hari itu. Maklum, kami berlebaran pada hari yang berbeda dengan kebanyakan. Berbeda, tetapi tidak masalah. Toh masih sama-sama telah laksanakan puasa Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sholat, kulihat beberapa orang berdiri dan mengambil seonggoh kain. Aku sedikit tak sadar apa yang akan mereka lakukan. Seketika mereka berjalan berkeliling mengitari jamaah. Ternyata mereka sedang edarkan kotak amal. Hingga sadar, ternyata aku tak membawa uang sepeserpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ini hal yang sepele. Ternyata bagiku tidak. Dahulu aku amat terbiasa menyisihkan uang untuk berinfak setiap hari. Kusiasati dengan menyediakan kotak khusus di dalam kamar untuk aku berinfak dan bila telah penuh maka kuberikan kepada sebuah yayasan amal. Anehnya, sungguh bahagia setiap kali melihat kotak itu penuh. Padahal tahu bahwa itu bukanlah tabungan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bulan terakhir ini, aku tidak lagi menyiapkan kotak itu. Mulanya aku masih ingat untuk berinfak setiap hari di berbagai kesempatan. Namun akhirnya aku sering lupa. Bahkan sempat tidak pernah sama sekali dalam beberapa minggu. Sekali lagi, bagiku ini bukan hal sepele. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aku sudah tidak terbiasa berbuat kebaikan walaupun hanya sekedar berinfak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas'ud r.a. pernah berkata, "Biasakan berbuat baik, sebab untuk dapat kontinu berbuat baik diperlukan pembiasaan." Kini aku mengerti, jangan pernah tinggalkan kebiasaan baik. Karena sebaliknya, kebiasaan buruklah yang akan memenuhi aktivitas-aktivitas kita. Na'udzubillah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-2825654087954758650?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/2825654087954758650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/09/dosa-yang-terabaikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2825654087954758650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2825654087954758650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/09/dosa-yang-terabaikan.html' title='Dosa Yang Terabaikan'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-2962497439554933328</id><published>2011-06-19T20:57:00.000-07:00</published><updated>2011-06-19T21:09:36.599-07:00</updated><title type='text'>Ma'iyyatullah</title><content type='html'>Bola mataku terlalu kecil tuk melihat anggun-Mu. Telingaku pun hanya dua. Hanya bisa berprasangka atas keindahan kata-Mu. Otakku yang tersimpan rapat dalam kepala cuma sekedar menjalani kehendak-Mu. Inilah batasku. Engkau yang kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak pernah bisa melihat masa depan. Sekali lagi, aku hanya berprasangka. Demi mengobati jiwa yang lemah, aku jadi gila. Sayang, lagi-lagi gagal. Padahal yang kecil suatu saat jadi besar. Sayang, lagi-lagi keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka nasib Allah yang tentukan. Tapi manusia gerakkan tubuhnya. Tidak sendiri. Manusia dan Allah, akan jadi kombinasi yang indah. Ma'iyyatullah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-2962497439554933328?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/2962497439554933328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/06/maiyyatullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2962497439554933328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2962497439554933328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/06/maiyyatullah.html' title='Ma&apos;iyyatullah'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-6523957065710942861</id><published>2011-05-10T09:49:00.001-07:00</published><updated>2011-05-10T10:02:36.296-07:00</updated><title type='text'>Mencari Kejujuran?</title><content type='html'>Kebanyakan mencari-cari orang jujur. Tidak aneh. Anggapannya, mungkin kini jarang. Tetapi menggelikan. Mengapa tidak dicari dahulu dalam dirinya masing-masing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini jadi trend. Perilaku tidak sehat secara mental ini telah mengakar bikar. Bahkan konyol. Yang terbiasa "polos" malah dianggap "sok suci". Entah sengaja atu tidak, tetapi pendusta memang cenderung lega ketika individu lainnya bersama-sama dengannya mengalirkan dusta yang tak berujung. Apakah itu kerelaan? Atau kepuasan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-6523957065710942861?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/6523957065710942861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/05/mencari-kejujuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6523957065710942861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6523957065710942861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/05/mencari-kejujuran.html' title='Mencari Kejujuran?'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-6004613311111680289</id><published>2011-04-19T07:58:00.000-07:00</published><updated>2011-04-19T08:27:10.166-07:00</updated><title type='text'>Ini etika Bung!</title><content type='html'>Memegang keramahan kata-kata yang mengalir terucap memang bukan hal mudah. Tahan! Tapi ini etika Bung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dianugrahkan emosi yang begitu luar biasanya mampu mengendalikan gerak geriknya. Dia bermain bagai air. Ketika mendidih, meluap-luap. Kala membeku, jadi hening. Meski otak lihai berbicara, namun emosi kadang jadi pahlawan. Begitulah fungsi emosi. Menembus batas-batas keputusasaan otak dalam menyelesaikan masalah yang terlihat mustahil. Memang ajaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tunggu dulu bung! Anda tidak dapat jadikan ini sebagai alasan 'tuk jadikan emosi sebagai garda terdepan dalam hal apapun. Otak dan emosi bukan lawan. Mereka teman. Mereka kawan dalam kebersamaan. Mereka menyempurnakan. Bukan satu membunuh yang lainnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan mulut! Dia adalah pintu keluar mereka. Jika emosi yang keluar lebih dulu, maka hasilnya jadi emosional. Jika otak yang keluar lebih dulu, maka bisa tak manusiawi. Tapi lihat! Jika keduanya keluar bersama-sama, alunannya mengalir indah. Jadi bernyawa, namun manusiawi dan cerdas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun kepala ini! Sangat tak berkenan dengan kata-kata menjijikkan yang terpaksa masuk ke liang telinga yang juga muak dengan kekotorannya! Dimanakah letak kesantunan itu? Sudah terlanjur dibuang jauh kah? Atau engkau sudah bunuh otak itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka adalah yang berzikir dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring dan berpikir pada penciptaan langit dan bumi.." Ali Imron 191&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah ajarkan ini kepada insan. Orang berakal sehat adalah yang gunakan aktivitas hati dan otak nya bersama-sama. Tutur kata yang tidak waras, mungkin sudah mampu engkau tebak asalnya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari sama-sama belajar kembali apakah isi diri kita ini sudah pantas untuk diserahkan kepada-Nya kelak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-6004613311111680289?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/6004613311111680289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/04/ini-etika-bung.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6004613311111680289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6004613311111680289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/04/ini-etika-bung.html' title='Ini etika Bung!'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-7899123357250947116</id><published>2011-04-01T03:15:00.000-07:00</published><updated>2011-04-01T03:54:10.864-07:00</updated><title type='text'>Istiqomah</title><content type='html'>Kepada akar yang terus menghujam.&lt;br /&gt;Kepada langit yang kokoh tanpa runtuh.&lt;br /&gt;Kepada embun yang setia membasahi bumi.&lt;br /&gt;Kepada sungai yang jemarinya menjalar ke laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah begitu. &lt;br /&gt;Hingga masa ketika engkau telah usai dengan tugas-tugas mulia. &lt;br /&gt;Tapi nasibmu memang begitu. &lt;br /&gt;Karena engkau adalah pilihan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau pikir mungkin jadi sampah.&lt;br /&gt;Engkau pun pikir jadi ilalang.&lt;br /&gt;Yang diinjak-injak kezhaliman&lt;br /&gt;dan kemunafikan&lt;br /&gt;di sekitar jalan kesucian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun janganlah engkau khawatir. Tuhan Maha Memberi Perhitungan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-7899123357250947116?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/7899123357250947116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/04/istiqomah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/7899123357250947116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/7899123357250947116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/04/istiqomah.html' title='Istiqomah'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-4386686413718322340</id><published>2011-03-12T07:50:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T08:22:19.802-08:00</updated><title type='text'>Aku Iri.</title><content type='html'>Begitulah manusia ini menjaga dan memelihara asa kesyukuran pada Tuhannya. Keringatnya kerap mengalir. Melabuhkan diri pada tempat dimana kakinya berpijak. Mereka tuli? tidak. Mereka bahkan memanen cacian dari orang yang suka melempar caci. Lalu apakah mereka buta? sama sekali tidak. Terang-terangan orang di sekitarnya membunuh nurani suci melekat dalam dada. Ah. Merekalah yang selalu memiliki momentum dalam hidupnya. Begitulah asa kesyukuran pada Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup. Kaki mereka. Tangan mereka. Telinga mereka. Mulut mereka. Pikiran mereka. Hati mereka. Semangat mereka. Semua hidup tanpa bayang keraguan. Itulah jati diri. Kuat mencengkerama. Langkah mereka menjulang tinggi. Padahal tak ada sayap. Itu bukan angan-angan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sadar aku telah iri. Pada mereka yang tulangnya tahan banting. Yang kepalanya tertunduk bukan lesu. Melainkan pandangan yang tak terundang maksiat. Yang wajahnya merekah bagai bunga merona. Tebaran senyum bukan sekedar pesona. Yang tangannya berurat, tapi lembut. Yang kedua kakinya kian bengkak karena enggan kenal henti. Yang hatinya abadi untuk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku iri dengan mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-4386686413718322340?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/4386686413718322340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/03/aku-iri.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4386686413718322340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4386686413718322340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/03/aku-iri.html' title='Aku Iri.'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-5789379106618043900</id><published>2011-03-10T06:02:00.000-08:00</published><updated>2011-03-10T06:38:23.591-08:00</updated><title type='text'>Pengkhianatan</title><content type='html'>Maafkan aku Rabbi.&lt;br /&gt;Lidah ini kerap bertingkah jengah.&lt;br /&gt;Tapi tak sadar, adalah pengkhianatan!&lt;br /&gt;Terhadap tangan yang terbelenggu kaku.&lt;br /&gt;Menampik, padahal berlutut pada kenistaan.&lt;br /&gt;Menelusuri ruang yang bernama, hampa.&lt;br /&gt;Hanya ada nilai hina di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mau seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang aku tangkap dari sebuah slogan besar, "Knowledege is power, but character is more..". Mungkin adalah benar jika banyak untuk temukan manusia dengan kepala berbobot. Pikirannya menonjol, berenang-renang dengan ide-ide kreatif nan inovatif. Otaknya bak mulut yang berisik. Hanya saja, itu khianat. "Pepesan kosong". Mulutnya ucap, "Aku sudah lakukan ini, itu, dan sebagainya..". Begitulah cara tubuhnya khianati kepala di atasnya. Kerjanya kosong tak berisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mau seperti itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-5789379106618043900?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/5789379106618043900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/03/pengkhianatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/5789379106618043900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/5789379106618043900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/03/pengkhianatan.html' title='Pengkhianatan'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-1563800934545271914</id><published>2011-03-04T07:03:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T07:17:13.293-08:00</updated><title type='text'>Yang aku tahu..</title><content type='html'>Aku takkan tahu rahasia ini. Hingga kelak saatnya menjelma takdir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku tahu, dia adalah angin.&lt;br /&gt;Yang berusaha selalu menyejukkan pandanganku dengan halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku tahu, dia adalah api.&lt;br /&gt;Yang berusaha membakar selalu kayu-kayu semangat hingga terkumpul bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku tahu, dia adalah awan.&lt;br /&gt;Yang berusaha menyelimuti dari rasa gerah penatnya amanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku tahu, dia adalah surya.&lt;br /&gt;Yang berusaha menghangatkanku dari dinginnya kemalasan, yang buatku kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku tahu, dia adalah hujan.&lt;br /&gt;Yang bulir-bulir air matanya mengalir deras saatku payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang aku juga tahu, tak perlu aku tahu kini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-1563800934545271914?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/1563800934545271914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/03/yang-aku-tahu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1563800934545271914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1563800934545271914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/03/yang-aku-tahu.html' title='Yang aku tahu..'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-813776392204662795</id><published>2011-02-26T17:02:00.000-08:00</published><updated>2011-02-26T17:24:13.628-08:00</updated><title type='text'>Keberanian</title><content type='html'>Bukan aku tak takut api, tetapi air punya daya. Berjalan melalui semak-semak, kodok pun tidak takut ular yang mulutnya cukup besar menelan dia hidup-hidup. Bahkan sel-sel imun tubuh tak pernah tahu juga makhluk asing apa yang akan masuk. Tetapi mereka tak pernah diam ketakutan, oleh karenanya respon tubuh terhadap benda asing akan selalu tampak. Jiwa-jiwa mereka berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah bijak Rasulullah yang bersabda, "Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah." (HR. Bukhori/Muslim). Bukan hanya masalah bagaimana berkuda, berenang, ataupun memanah. Rasulullah paham benar bahwa aktivitas itu adalah sarana untuk melatih keberanian semenjak kecil. Pernah berenang? Awalnya aku pun takut jika tenggelam. Hingga aku diajari, lahir keberanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian itu terlahir, menjelma dari kandung percobaan. Sekali, maupun kesekian kalinya percobaan itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-813776392204662795?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/813776392204662795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/02/keberanian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/813776392204662795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/813776392204662795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/02/keberanian.html' title='Keberanian'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-9173956627391776764</id><published>2011-02-09T20:25:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T20:59:52.262-08:00</updated><title type='text'>Segera Bereskan!</title><content type='html'>Dimana dia? Dimana tuan kecil yang bersarang dalam cangkang yang kuat itu? Begitu lemahkah dia bicara perintah? Tubuhku sudah terlalu kaku. Banyak rebah-rebah di atas kasur empuk. Sedikit sekali karya manis dari tangan yang terlanjur lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran ini perlu aku bagikan. Di sini, aku mengutip perkataan dari seorang ustadz, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Jangan engkau menunggu-nunggu dapat petunjuk, bergeraklah dan bergegaslah maka Allah akan berikan petunjuk-Nya."&lt;/span&gt; Kali pertama, aku terbesit dengan celotehan kecil yang pernah terdengar semasa aku remaja. Banyak yang katakan bahwa memakai jilbab membutuhkan hidayah khusus dari Tuhan sehingga menjelma jadi alasan bagi yang belum mau mengenakannya. Dulu aku mengangguk-angguk saja. Kini otakku bergelut tidak sepakat. Memangnya Allah akan beri dengan hanya menunggu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kisah dulu. Dan kini ia menimpa kembali. Fenomenanya tidak terlampau besar, tetapi banyak. Andaikan kudengar kembali ustadz tadi berkata kepadaku langsung, pastilah ucapannya "Jangan jadi mahasiswa penunggu kelulusan, bereskan dengan segera maka Allah akan berikan kelulusan kepadamu dengan segera pula." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*Di tengah-tengah sibuknya skripsi, setidaknya tidak menyibukkan untuk menulis.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-9173956627391776764?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/9173956627391776764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/02/segera-bereskan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/9173956627391776764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/9173956627391776764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/02/segera-bereskan.html' title='Segera Bereskan!'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-2965534765572250220</id><published>2011-02-05T19:34:00.000-08:00</published><updated>2011-02-05T19:54:27.054-08:00</updated><title type='text'>Si Bahagia</title><content type='html'>Tanganku terpangku malas. Sambil kuperhatikan sesosok jiwa yang kepayahan. Tubuhnya kecil dan kurus. Tetesan keringatnya berlomba-lomba jatuh ke atas tanah liat. Tampak urat-urat tangannya menjulur dari ketiak yang terlihat. Menuju hingga kepalan tangan yang sedang menggegam sesuatu. Dalam terik dekapan hangat mentari pagi. Keras sekali beliau bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tidak. Isi kepalanya sejuk. Tubuhnya berdusta kepadaku. Kulihat raut wajahnya tanpa kerut. Panasnya ladang tidak kuasa mencekik jiwanya. Padahal payah. Malah pikirnya diselimuti bahagia nan tenang. Katanya menunggu-nunggu benih tertanam telah tumbuh kekar kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuatmu bahagia Bapak? "Kalian." Jawabnya. Benar. Indahnya kelak, bukan kini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-2965534765572250220?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/2965534765572250220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/02/tanganku-terpangku-malas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2965534765572250220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2965534765572250220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/02/tanganku-terpangku-malas.html' title='Si Bahagia'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-5483498018837601591</id><published>2011-01-29T08:34:00.000-08:00</published><updated>2011-01-29T09:18:12.669-08:00</updated><title type='text'>Belajar pada Air Mata</title><content type='html'>Kami hidup berawal dari menangis. Jerit sekali. Seperti embik yang kehilangan rumput. Tapi begitulah kami memulai hidup. Mencintai dengan menangis. Membenci pula dengan menangis. Ah. Kami tidak sedang membuat hujan. Tapi begitulah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari belajar pada air mata. Karena mereka tidak mau sekedar turun dan menetes. Ada yang ingin disampaikan. Mereka meresap dalam sanubari yang bergejolak. Mereka menyejukkan jiwa yang terlunta luka akibat aliran emosi yang menyengat. Menumbuhkan bunga-bunga kecil yang indah. Yang melambai-lambaikan kalimat kesopanan. "Bergegaslah setelah tangisanmu ini. Bergembiralah."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-5483498018837601591?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/5483498018837601591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/01/belajar-pada-air-mata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/5483498018837601591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/5483498018837601591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/01/belajar-pada-air-mata.html' title='Belajar pada Air Mata'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-2055745815082593926</id><published>2011-01-19T06:25:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T07:07:39.502-08:00</updated><title type='text'>Allah, Mohon Ridhoi.</title><content type='html'>Dahulu aku berenang-renang tenggelam dalam perut ibunda. Huh. Penantianku panjang. Hampir satu tahun. Tak pernah kurasakan nafas udara disana. Apalagi pegal. Namun aku lemah. Tapi ibunda melindungi. Dan aku pula tak pernah tahu dan sadar ketika ku keluar belitan masalah sudah siap membentang. Beruntung jika mereka muncul di sana. Banyak sekali masalah bisa datang sebelum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku keluar tak punya apa-apa. Apalagi daya. Sekali lagi, ibunda melindungiku. Ah. Andai beragam kata telah kupunyai saat itu. Ucapku, Allah Maha Besar. Telah turunkan pahlawan bagi semua calon pahlawan. Telah karuniakan cinta dan kasih sayang lewatnya. Telah tanamkan nikmat kehidupan bagi kami berdua. Segala puji untuk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda. Puisi untukmu sudah banyak sekali. Bahkan ribuan. Doa untukmu juga tidak kalah. Bahkan setiap waktu. Wajar sekali, Ibunda. Wajar. Puisi bagi seorang pujangga adalah ungkapan dalam dari lubuk jiwa. Doa juga adalah pamungkas seseorang untuk larut dalam tangisan. Lagi-lagi juga perasaan. Hati jadi banyak bicara. Ketika mulut tak mampu, tangan tak kuasa. Cinta berwujud bukan mainan. Ini pekerjaan yang sesungguhnya. Begitulah, ibunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda. Tangisanku waktu kecil pasti buatmu begitu kesal. Apalagi aku menangis tak sendirian. Kembaranku pun menangis di saat yang bersamaan. Aku bayangkan tangisan kami seperti alunan melodi musik kasar. Aku malu. Karna cuma itu cara aku khawatir kehilangan kasih sayangmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda. Kini aku telah beranjak usia kepada dua. Umurku sudah lebih 20 tahun. Aku berpikir untuk terlepas. Tetapi engkau masih anggapku asuhan yang masih akan hilang jika dilepas. Aku tidak masalah. Aku tahu keterbatasanku. Aku juga tahu kasih sayangmu. Tapi inilah kesempatanku memilih menjadi dewasa. Aku ingin cepat-cepat membalas semua yang telah engkau lakukan. Ya. Kebahagianmu itu bahagiaku. Allah, mohon ridhoi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-2055745815082593926?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/2055745815082593926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/01/allah-mohon-ridhoi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2055745815082593926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2055745815082593926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/01/allah-mohon-ridhoi.html' title='Allah, Mohon Ridhoi.'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-2484868196736741201</id><published>2011-01-16T22:03:00.000-08:00</published><updated>2011-01-17T15:13:39.196-08:00</updated><title type='text'>Touring D'West Java</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TTTNG3exxxI/AAAAAAAAAHU/gUgMWDKVvDE/s1600/163281_1789754345039_1275002894_32022926_4204928_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 284px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TTTNG3exxxI/AAAAAAAAAHU/gUgMWDKVvDE/s400/163281_1789754345039_1275002894_32022926_4204928_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563296957565355794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kedua tangan menggenggam besi berjalan. Sepasang mata selalu memandang sekitar jalan. Berlalu lalang kendaraan di kanan kiri. Gunung-gunung bak mengawasi laju kami dalam perut mereka. Pepohonan bersautan menyambut. Hingga ombak-ombak berlari berlomba ke pantai, berdesir keras memecah. Sambutan badai pun tak mau ketinggalan cerita. Subhanallah, Indah. Syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita perjalanan yang luar biasa. Hampir-hampir isi pena akan habiskan puluhan lembar cerita drama untuknya. Lengkap. Sangkaan kami dibalas dengan dahsyat. Allah berikan pandangan nyata kebesaran-Nya. Gunung, bukit, lautan, dan telaga. Angin, ombak, hujan, dan tanah. Lelah memang hadapi mereka. Namun ganjarannya lebih dinikmati. Betapa agungnya Engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang menarik adalah perjalanan menelusuri hamparan bukit di dekat pantai selatan. Aku tak tahu persis letak bukit itu. Yang aku tahu hanyalah rentang panjang jalannya yang mencapai puluhan kilometer. Atau bahkan ratusan. Jalan lurus nan halus cuma mau ambil bagian kecil di sana. Malah lika-liku dan lubang-lubang jalan yang bertebaran luas. Tetapi sekali lagi, mata kamera takkan mampu menikmati seindah pandangan dua bola mata ini. Sensasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya kami belajar tentang ketakutan. Sehingga kami tahu saat keberanian muncul sebagai pahlawan. Pengalaman berharga Allah berikan kepada banyak orang. Namun hikmahnya hanya ditangkap oleh segelintir darinya. Kami belajar untuk itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-2484868196736741201?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/2484868196736741201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/01/touring-dwest-java.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2484868196736741201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2484868196736741201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/01/touring-dwest-java.html' title='Touring D&apos;West Java'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TTTNG3exxxI/AAAAAAAAAHU/gUgMWDKVvDE/s72-c/163281_1789754345039_1275002894_32022926_4204928_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-4550295726203883283</id><published>2011-01-13T06:35:00.000-08:00</published><updated>2011-01-17T15:14:45.809-08:00</updated><title type='text'>Straight Forward!</title><content type='html'>Bagai berjalan dalam celah lembah. Melihat sekitar hanyalah tembok batu yang gagah. Tidak ada pilihan untuk maju lurus tanpa berbelok. Jika terantuk, benturan jadi mengingatkan. Tak kuasa tahu apa yang ada dibalik batu. Yang tahu hanya batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jalan bukan tak berujung. Selalu ada rerumputan yang menunggu di depan. Selalu ada laut luas yang siap terbentang di mata. Indahnya bukan di benak. Hanya ada dalam rahasia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan kita. Kita selalu merasa terkungkung dengan apa yang telah diatur oleh-Nya. Keluhan selalu terurai dalam cemoohan jika ada yang mencoba tegakkan. Ya begitulah nasib aturan itu. Punya kesan ekstreme dan kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cuma tidak habis pikir. Banyak sekali orang ingin keluar dari pagar-pagar-Nya. Kondisi selalu jadi tameng. Ketidakmampuan jadi peringan. Ketidaktahuan malah jadi kambing hitamnya. Apakah pagar itu terlihat begitu usang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup seimbang. Keburukan itu diimbangi kebaikan, bukan sebaliknya menyeimbangkan kebaikan dengan kekhilafan. Aku tak bisa tahu jika keburukan yang pertama adalah momentum untuk keburukan selanjutnya. Yang lebih menakutkan ketika buruknya tak bisa dibalikkan kembali. Tetapi aku sangat penasaran jika kebaikan pertama menjadi tangga kebaikan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur. Aku harus tetap ingin di celah lembah itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-4550295726203883283?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/4550295726203883283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/01/bagai-berjalan-dalam-celah-lembah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4550295726203883283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4550295726203883283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/01/bagai-berjalan-dalam-celah-lembah.html' title='Straight Forward!'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-4719936775522960208</id><published>2011-01-08T23:35:00.000-08:00</published><updated>2011-01-08T23:50:51.881-08:00</updated><title type='text'>Takutku.</title><content type='html'>Aku takut sekali. Gelap rasanya inginkan mataku. Gerak geliat ini begitu aneh. Melihat ragaku berbuat. Melihat mataku melempar pandang. Melihat gerik kedua tanganku. Melihat kaki-kaki ini berayun. Aku takut melihat diriku. Aku takut akan disiksa. Tak pernah berniat kubayangkan. Ngeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb, kasih sayangmu tak pernah putus aku harap-harap. Engkau tak pernah butuhkan aku. Tapi aku selalu pernah butuhkan Engkau. Pengampunan-Mu cita-cita besarku. Syurga-Mu itu begitu megah. Aku ingin kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*di bawah bayang-bayang maksiat, aku selalu berharap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-4719936775522960208?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/4719936775522960208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/01/aku-takut-sekali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4719936775522960208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4719936775522960208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/01/aku-takut-sekali.html' title='Takutku.'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-752328112167945008</id><published>2011-01-01T23:29:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T00:02:33.490-08:00</updated><title type='text'>Mungkin engkaulah yang akan gantikan!</title><content type='html'>"Dalam sepucuk kertas aku sampaikan kekesalanku. Kekecewaan mendalam persis jatuh ke lubang yang sama. Lubang yang dahulu pernah aku selami dalam hati. Mengapa mereka bertindak seperti itu lagi? Tidakkah mereka tahu hati yang terkikis perih di dalam sini? Aku tak tahan dengan kekecewaanku sendiri. Ah. Selamat tinggal. Mereka memang pernah ku kagumi. Sering kubanggakan dalam cerita-cerita heroik ku. Sekarang sinar kilaunya tak seterang dulu. Ah. Bukan aku yang buat jadi begitu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena antiklimaks dari sebuah kekaguman buta. Rasanya selalu pernah kita rasakan hal seperti itu. Sering kita membanggakan hal yang buat kita terpukau. Apalagi saat membanggakan seseorang yang berarti dalam sejarah hidup kita. Mereka bak kisana yang menolong kita rakyat jelita. Mereka mungkin tak kenal kita, tetapi alangkah lucunya kita, mati-matian mengenal mereka. Seolah-olah kita hidup dalam rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang laut tak selalu pasang, adakalanya surut. Rasanya begitu juga pada mereka yang kita elukan. Mereka tak selalu setia dengan angan-angan besar kita. Mereka punya salah dan dosa. Mereka juga ternyata punya lubang-lubang kehinaan. Noda-noda hitam inilah yang sering kita salah lihat. Bintik hitam terlihat seperti bulan tanpa cahaya. Gelap dan bulat besar. Yang lebih unik, lubang hitam itu jarang sekali kita tutupi. Terlebih lagi untuk diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya wajar sekali. Mungkin mereka terlalu terang bagi kita. Alasan itu yang buat titik kecil hitam itu begitu terlihat. Atau mungkin kita terlalu megah melihat mereka. Setiap waktu selalu kita banding-bandingkan dengan diri kita. Saat muncul,noda kehinaan itu seolah merembes pada baju-baju mereka. Dan kebencian muncul akibat ego kita yang ingin mereka sempurna!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh. Sungguh dahsyat kita perlakukan mereka. Padahal bisa jadi mereka menunggu-nunggu kita untuk gantikan mereka. Karena mereka yakin bahwa Allah akan selalu gantikan yang lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-752328112167945008?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/752328112167945008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/01/mungkin-engkaulah-yang-akan-gantikan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/752328112167945008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/752328112167945008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/01/mungkin-engkaulah-yang-akan-gantikan.html' title='Mungkin engkaulah yang akan gantikan!'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-4981037073144937282</id><published>2011-01-01T05:24:00.001-08:00</published><updated>2011-01-01T05:24:43.005-08:00</updated><title type='text'>Sang Surya.</title><content type='html'>Sang surya, tak perlu tenggelam. Mungkin mereka butuh kau tetap hadir. Surya cahaya, tak perlu merasa gelap. Kaulah yang harus curiga. Jangan-jangan engkau lah yang tuhan minta. Jadilah cahaya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang surya, tak perlu redup. Lemas bukan jawaban. Kau hanya perlu lakukan. Kebenaran bukan layak dari engkau. Kau hanya sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang surya, tak perlu marah. Kelembutan masih mau menunggu. Kecintaan masih mau merayu. Mereka tak buat kau layu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang surya, tak perlu cemas. Apatah orang bilang tak pantas? Ah, cuma begitu. Kau masih lupa dengan sejarah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang surya, kaulah yang ditunggu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-4981037073144937282?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/4981037073144937282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/01/sang-surya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4981037073144937282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4981037073144937282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2011/01/sang-surya.html' title='Sang Surya.'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-1619043395934409157</id><published>2010-12-30T06:31:00.000-08:00</published><updated>2010-12-30T06:32:02.983-08:00</updated><title type='text'>Tenanglah..</title><content type='html'>"Duhai angin, engkau keras menumbuk para rumah.. Layaknya aku yang sedang dihantam keras oleh masalah-masalahku yang bertubi-tubi ini.. Kenapa tidak Engkau timpakan masalah-masalahku ini kepada yang lain? Kenapa tidak kepada yang jelas lebih jahat dariku..", lirih dari seseorang terdengar keras ditengah hujan yang deras. Ada pula lirihan lain, "Ah, rasanya ingin kumatikan semua sistem yang ada di otak tengahku. Agar takut tak terus menghantuiku seperti ini.. Ah, rasanya ingin lari.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu dua bait permintaan yang rasanya tidak logis untuk dilakukan. Sayangnya sumpah serapah semacam ini lebih sering terdengar oleh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenanglah..Tetap berikan seungkap doa-doa untuk kebaikan semua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenanglah..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-1619043395934409157?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/1619043395934409157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/12/tenanglah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1619043395934409157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1619043395934409157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/12/tenanglah.html' title='Tenanglah..'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-4741106628211477073</id><published>2010-12-28T22:29:00.001-08:00</published><updated>2010-12-28T22:29:55.675-08:00</updated><title type='text'>Terbanglah.</title><content type='html'>Ah, sang garuda rupanya malas terbang. Seolah tak pernah rasanya ia injakkan kakinya di tanah bumi. Bermandikan rumput menyilir. Ia merasa rendah sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sang garuda. Orang tak bangga lihat engkau seperti itu. Engkau jadi tak seperti gagahnya elang. Engkau cuma layaknya hidangan sang harimau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sang garuda. Terbanglah lagi ke atas. Aku tak suruh engkau lupa daratan. Begitu juga aku tak minta engkau ada di bawah setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sang garuda. sebelum terbang engkau sudah mampu. Saat terbang engkau pun kuat. Hanya saat kau dapatkan mangsa, bukan cuma kau yang tentukan. Tuhan yang ciptakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-4741106628211477073?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/4741106628211477073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/12/terbanglah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4741106628211477073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4741106628211477073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/12/terbanglah.html' title='Terbanglah.'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-2483266056640147545</id><published>2010-12-26T07:23:00.000-08:00</published><updated>2010-12-26T07:24:47.404-08:00</updated><title type='text'>Ketika Konflik itu Datang.</title><content type='html'>"Kemarin saat sedang berada dalam suatu acara, ibunda juga sedang datang ke kota tempat saya berada. Pilihannya, saya izin dari acara tersebut, namun satu hal bahwa saya memiliki peran yang sebenarnya tidak dapat didelegasikan kepada yang lain dalam acara terkait. Tetapi dalam sisi yang lainnya, jelas bahwa saya pun tidak memiliki pilihan untuk mendelegasikan peran saya sebagai seorang anak. Jadi bagaimana sebaiknya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pencerita menggambarkan sesuatu yang mungkin sering kita alami. Kita sebut itu konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik sering datang kepada kita, baik sengaja maupun tidak disengaja, baik perlahan maupun mendadak. Celakanya adalah saat konflik itu datang kita tidak punya jawaban. Yang terbanyak mungkin adalah menghindari atau memberikan jawaban konflik dengan emosional. Respon yang negatif semacam ini bukanlah penyelesaian yang baik. Konflik bukanlah untuk dihindari, walaupun kita pun tidak diminta membuat-buat konflik. Konflik juga bisa jadi hanyalah sesuatu yang kecil, maka dari itu jangan ditumbuhbesarkan. Menyelesaikan dengan halus dan konkrit, itu lebih baik. Menyadari bahwa dalam konflik itu semua yang telibat bisa jadi hanya ingin diakomodasikan kepentingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jawaban yang diberikan dalam cerita tadi adalah, "Kamu lebih baik bilang kepada orang tua kamu bahwa kamu sedang ada acara di luar yang tidak bisa ditinggalkan. Pastikan juga kamu akan menemui beliau, walaupun kamu terlambat. Setelah kamu dapat menemuinya, bawa sedikit kado kecil untuk sang ibunda."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-2483266056640147545?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/2483266056640147545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/12/ketika-konflik-itu-datang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2483266056640147545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2483266056640147545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/12/ketika-konflik-itu-datang.html' title='Ketika Konflik itu Datang.'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-7901580847010239500</id><published>2010-12-24T05:56:00.000-08:00</published><updated>2010-12-24T05:57:22.940-08:00</updated><title type='text'>Harapan</title><content type='html'>Memanglah jika kita punya batasan. Tak perlu khawatir akan kegagalan. Tapi belajarlah ke depan. Karena di sana ada tantangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu harus berjalan. Karna waktu kan selalu dilewatkan. Dengan pekerjaan-pekerjaan. Yang tidak untuk membebankan. Maka ringankan. Lepaskanlah pikiran. Di sini saling menguatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu tahu kebebasan. Namun tidak lupa aturan. Kita perlu melawan. Untuk hati yang kegelisahan. Dan penuh keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah masa depan. Secerah harapan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-7901580847010239500?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/7901580847010239500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/12/harapan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/7901580847010239500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/7901580847010239500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/12/harapan.html' title='Harapan'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-6934876198626443626</id><published>2010-12-16T08:00:00.000-08:00</published><updated>2010-12-16T08:01:10.229-08:00</updated><title type='text'>Kapan Bangkit?</title><content type='html'>Aku bertahan hingga saat ini, bisa jadi karena aku siap memberikan energi besar di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertahan hingga saat ini, karena aku berani melihat dan menatap luas, apa yang ada di depan sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku masih bertahan hingga saat ini, bisa jadi hanya karena rasa tanggung jawabku yang dahulu telah memilih. Mungkin hampir-hampir tak tersisa aliran cakra yang terpusat ke lubuk sanubari. Kekosongan jiwa, kelesuan badan, kelemahan pikiran, gejala itu bermunculan. Haruskah kembali ke belakang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak untuk memulai mundur. Melainkan untuk merencanakan maju kembali. Mencari celah untuk bangkit. Menapakkan kaki ke pijakan yang kuat, untuk melompat lebih tepat dan cepat. Apakah sendiri? Melangkahlah bersama. Kebersamaan untuk membangun bersama. Bersatu untuk menyatukan hati yang satu. Menata untuk kehidupan yang nyata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-6934876198626443626?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/6934876198626443626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/12/kapan-bangkit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6934876198626443626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6934876198626443626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/12/kapan-bangkit.html' title='Kapan Bangkit?'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-5671417306853887273</id><published>2010-12-01T22:55:00.000-08:00</published><updated>2010-12-01T22:56:08.674-08:00</updated><title type='text'>Masalah</title><content type='html'>Menjadi sebuah konsekuensi sebagai makhluk pembawa amanah. Sejak dilahirkan sampai maut menjemputnya. Atau bahkan hakikatnya adalah jauh sebelum raga kita dibentuk di dalam rahim. Itulah kita, sobat. Maka tidakkah kita merasa aneh jika masih terlalu banyak berpikir untuk terhindar dari masalah? Amanah itu identik dengan masalah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-5671417306853887273?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/5671417306853887273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/12/masalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/5671417306853887273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/5671417306853887273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/12/masalah.html' title='Masalah'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-835552108568342688</id><published>2010-11-24T07:45:00.000-08:00</published><updated>2010-11-24T07:46:00.856-08:00</updated><title type='text'>Malam.</title><content type='html'>Malam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk tidur dihabiskan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk bergadang direlakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk acara tayangan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak untuk dihabiskan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melainkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepertiganya disisakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk tangan ditengadahkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk doa dipanjatkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk air mata diteteskan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk gemetar dirasakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk tawa disimpan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk diri disidangkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk hati dikuatkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk pikiran dijernihkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk didekatkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di dalam dekapan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pencipta insan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-835552108568342688?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/835552108568342688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/11/malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/835552108568342688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/835552108568342688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/11/malam.html' title='Malam.'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-7836815492107061601</id><published>2010-11-13T05:03:00.000-08:00</published><updated>2010-11-13T05:07:58.142-08:00</updated><title type='text'>Merekalah Para Pahlawan Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TN6No4CdeQI/AAAAAAAAAHA/AG-JKm3bs58/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 194px; height: 259px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TN6No4CdeQI/AAAAAAAAAHA/AG-JKm3bs58/s400/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539020325089278210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anda kenal dengan lebah? Sebagai salah satu spesies yang ada dan bertebaran di muka bumi, lebah telah lama dikenal sebagai hewan yang memiliki karakteristik yang unik. Beberapa di antaranya yaitu mengapa lebah membuat madu melebihi jumlah yang mereka perlukan? Lalu mengapa sarang yang mereka buat berbentuk heksagonal? Kemudian pernahkah Anda melihat lebah terbang sendirian? Di sini titik tekan yang akan dibahas terkait dengan judul di atas. Pantas kita ketahui bahwa lebah merupakan hewan yang mampu menggunakan prinsip sosial bermasyarakat dengan sempurna. Serangga bertubuh mungil dan berukuran 1-2 cm ini menggunakan konsep komunikasi dengan efektif.  Berikut dapat Anda perhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna menghasilkan setengah kilogram madu mereka membutuhkan sekitar empat juta kuntum bunga untuk dikunjungi. Coba Anda bandingkan dengan ukuran tubuh mereka yang begitu kecil! Pekerjaan berat ini mereka laksanakan secara cerdas. Lebah membentuk beberapa koloni. Koloni lebah berpencar untuk mencari sumber bunga. Mereka membagi diri untuk penugasan secara berkelompok-kelompok, ada yang sebagai lebah pencari sumber bunga dan ada yang sebagai lebah pemandu. Saat seekor lebah pencari menemukan sumber bunga, ia memberikan sinyal kepada lebah lain. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa mereka sinyal tersebut diungkapkan dengan “menari”. Setelah itu, lebah pemandu dapat mengetahui dengan tepat arah dan jarak sumber  bunga tersebut dan menjadi pemandu bagi rekan-rekannya. Perilaku yang cukup mengagumkan! Sikap mereka terorganisasi dengan detail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan makhluk hidup yang bernama manusia. Kehidupan manusia, sadar atau tidak, patut meneladani apa yang telah lebah tunjukkan. Sesuatu yang telah diperlihatkan sebelumnya hanyalah sekelumit contoh kecil. Serangga kecil ini setidaknya mampu merefleksikan kepada kita bahwa solidaritas dalam bermasyarakat memerlukan unsur-unsur penting seperti komunikasi efektif maupun organisasi yang baik. Perilaku cerdas mampu mereka pertontonkan. Bahkan seharusnya kita malu karena lebah sendiri bahkan tidak memerlukan teknologi canggih. Mereka hanya menggunakan sebatang pohon untuk sarang, berbagai kuntum bunga sebagai bahan baku isi dalam sarang, dan cuaca serta musim yang mendukung. Kita tidak pula memungkiri betapa produktifnya peradaban lebah tersebut. Mereka membuat madu melebihi apa yang mereka sendiri butuhkan. Itulah ilham Tuhan untuk lebah kepada manusia yang memang juga mengkonsumsi madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tetaplah manusia, bukan lebah. Akan tetapi perilaku lebah menjadi suatu hal yang hakikatnya dapat manusia tiru. Bahkan teknologi canggih buatan manusia sendirilah yang menemukan keajaiban yang ada pada serangga mungil ini sebagai salah satu karya besar Sang Maha Pencipta. Serangga mungil dengan karya indahnya. Hal tersebut menandakan bahwa peradaban besar dapat bermula dari hal kecil seperti ini, bukan hanya terfokus dari majunya teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi Indonesia saat ini sedang membutuhkan itu. Sebuah soliditas masyarakat dalam peradaban besar guna menjadi bangsa yang besar. Masyarakat Indonesia tidak perlu malu untuk belajar dari serangga berukuran kecil ini. Perlu disadari bahwa bangsa ini sedang mengalami krisis perpecahan. Banyak elemen masyarakat yang masih terlihat menggunakan sekat tebal sehingga cenderung lebih sensitif terhadap adanya perbedaan. Padahal lebah saja tidak pernah memandang darimana asal kawanan lebah itu. Lebah lebih mengutamakan produktivitas kerja sebagai buah dari kerjasama mereka. Begitu pula kita yang berada dalam satu bangsa ini. Tidak bosankah kita yang terlalu sibuk mengutak-atik perbedaan yang ada sehingga terlihat menjadi lebih besar? Tidak gelapkah mata kita terhalang olehnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya bangsa ini lebih paham dan sadar makna dari persatuan yang diusung sejak zaman perlawanan terhadap penjajah. Para pahlawan terdahulu telah membuktikannya. Mereka bekerja bukan untuk diri pribadi ataupun golongan. Maka selayaknya kita mampu memaknai bahwa saat ini kita seharusnya sedang membangun sebuah tim impian untuk Indonesia. Tim yang dibangun dengan proses kerjasama apik menuju masyarakat yang solid. Tim yang juga memiliki keyakinan dan visi tajam dalam melukis gambaran masyarakat yang ideal. Jika mampu tercipta, tim inilah pahlawan-pahlawan Indonesia yang sesungguhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-7836815492107061601?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/7836815492107061601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/11/merekalah-para-pahlawan-indonesia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/7836815492107061601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/7836815492107061601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/11/merekalah-para-pahlawan-indonesia.html' title='Merekalah Para Pahlawan Indonesia'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TN6No4CdeQI/AAAAAAAAAHA/AG-JKm3bs58/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-7419346721160361210</id><published>2010-11-10T06:03:00.000-08:00</published><updated>2010-11-10T06:04:21.340-08:00</updated><title type='text'>Dua Mata, Satu Hati</title><content type='html'>Bertatap di depan kaca. Melihat sesosok yang kurang sempurna. Sempurna, bukan polos tidak ada noda. Sempurna, dalam prosesnya. Namun, tidak jarang yang berpikir, "Saya sudah lengkap!". Merasa lebih besar layaknya berkaca pada cermin yang cekung. Melihat sesosok bayangan yang lebih besar. Sayang, pandangan nya terkelabui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang besar tidak mau mengatakan apapun tentang dirinya. Mereka hanya ingin memikirkan apa yang dapat mereka berikan. Dirinya dilihat bukan dengan mata yang ada di kepala. Oleh karna nya, hati-hati dalam melihat diri. Bisa jadi saat kita merasa besar, hati kita sedang membengkak sehingga menghalangi apa yang dilihat oleh hati. Memang, hati hanya ada satu. Lebih sedikit dari jumlah mata kita. Namun pandangan nya mungkin lebih luas dari mata. Tetapi, perlu diwaspai bahwa ia dapat lebih jernih memandang jika ia terus dibersihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ada suatu ungkapan, "Jika tidak ada orang yang dapat memberikan nasihat kepada kita, mintalah pada hatimu."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-7419346721160361210?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/7419346721160361210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/11/dua-mata-satu-hati.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/7419346721160361210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/7419346721160361210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/11/dua-mata-satu-hati.html' title='Dua Mata, Satu Hati'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-1406641354149860289</id><published>2010-10-26T07:34:00.001-07:00</published><updated>2010-10-26T07:34:49.725-07:00</updated><title type='text'>Don't Judge!</title><content type='html'>Bukan berarti alay. Bukan juga lebay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini cuma bentuk ekspresi. Atas pikiran yang bersirkulasi. Dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takkan berhenti bicara. Sampai waktunya kan tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takkan berhenti gelisah. Sampai semua merasa resah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai menguak sebuah mahakarya. Untuk kebaikan alam raya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-1406641354149860289?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/1406641354149860289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/10/dont-judge.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1406641354149860289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1406641354149860289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/10/dont-judge.html' title='Don&apos;t Judge!'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-1907681153791022229</id><published>2010-10-26T07:32:00.000-07:00</published><updated>2010-10-26T07:33:16.566-07:00</updated><title type='text'>Ingat-ingat</title><content type='html'>Bisa jadi, kita merasa sangat dekat dengan-Nya hanya jika kita sedang berada dalam kondisi "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;menantan&lt;/span&gt;g" maut. Karena diakui atau tidak, kondisi itulah yang semakin mengeratkan. Ada yang merasa seperti itu? Bila ya, mungkin itu adalah salah satu momentum spiritual keimanan kita. Maka wajar jika kematian itu adalah sebaik-baiknya pengingat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-1907681153791022229?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/1907681153791022229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/10/ingat-ingat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1907681153791022229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1907681153791022229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/10/ingat-ingat.html' title='Ingat-ingat'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-3490694220225602908</id><published>2010-10-16T06:51:00.001-07:00</published><updated>2010-10-16T06:51:50.017-07:00</updated><title type='text'>Ada yang Sama</title><content type='html'>Seorang tokoh mengatakan, "Negara ini akan besar bukan karna darah satu orang..bukan pula air mata satu orang..bukan dengan ide satu orang..melainkan dari satu tim, yang kita sebut tim impian!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya terpacu semangat. Seringkali kita melihat perbedaan adalah sekat tebal yang kaku. Memisahkan dua dunia. Padahal bisa jadi itu hanyalah sekat tipis yang bahkan akan terkoyak hanya dengan sebuah tiupan. Oleh karna nya, saya (pun) menghargai perbedaan. Karna menjadi bagian dari sebuah tim impian adalah sebuah impian. Tim yang dirangkai bukan dari satu jenis yang homogen. Itulah warna indah yang melekat. Sebuah harmonisasi yang akan menunjukkan bahwa itulah buah dari kesamaan tanpa melihat ada yang berbeda di sana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-3490694220225602908?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/3490694220225602908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/10/ada-yang-sama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/3490694220225602908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/3490694220225602908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/10/ada-yang-sama.html' title='Ada yang Sama'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-1448176611425823934</id><published>2010-10-11T23:57:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T23:59:12.044-07:00</updated><title type='text'>"Akar dari Pendidikan itu Memang Pahit. Namun Buah itu Manis.."</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Akar dari pendidikan itu memang pahit. Namun buah itu manis.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah konsekuensi dari sebuah proses besar. Terkadang akhir yang besar tertutup oleh beratnya perjalanan. Tidak jarang sang perantau berbalik arah ke kampung halamannya karna takut tidak dapat bertahan di kota. Bahkan bisa jadi mereka pun belum sampai di kota. Mereka memilih membesarkan masalah yang ada di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita dapat berkaca kepada para pemudik lebaran. Coba kita lihat, setiap tahunnya pemudik selalu bertambah. Padahal bapak-bapak polisi kita selalu mengungkapkan data jumlah korban tewas saat mudik yang mencapai ratusan orang setiap tahunnya pula. Mereka kapok mudik? Ternyata tidak. Mereka memilih membesarkan rasa bahagia bertemu dengan sanak keluarga. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ada buah yang manis di ujung perjalanan mereka.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-1448176611425823934?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/1448176611425823934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/10/akar-dari-pendidikan-itu-memang-pahit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1448176611425823934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1448176611425823934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/10/akar-dari-pendidikan-itu-memang-pahit.html' title='&quot;Akar dari Pendidikan itu Memang Pahit. Namun Buah itu Manis..&quot;'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-9068628835505190504</id><published>2010-10-02T03:00:00.001-07:00</published><updated>2010-10-02T03:00:52.595-07:00</updated><title type='text'>Ikan</title><content type='html'>Mari belajar dari ikan salmon. Tidak ada yang menyangkal bahwa ikan salmon merupakan ikan "eksklusif" dengan harga jualnya yang relatif tinggi. Tidak pula ada yang menyangkal bahwa gizi yang dikandung dalam ikan salmon cukup mengagumkan. Layaklah mereka di anugrahi sebagai ikan yang super.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, coba kita lihat dalam proses kehidupan mereka. Mereka lahir dan bertumbuh besar pada lautan yang luas. Bahkan samudra. Namun ada yang unik. Saat mereka menginjak usia matang, mereka akan berenang menuju hulu dari sungai. Ya, mereka melawan 2 rintangan terbesar dalam perjalanannya. Pertama, mereka melawan arus air dari sungai. Kedua, gaya loncatan mereka melewati arus menjadi momentum tersendiri bagi "beruang pemakan salmon" untuk mengisi perut mereka. Apakah mereka semua merasa kapok? Tidak. Hanya yang bertahan yang akan sampai ke tujuan. Apa tujuan ikan salmon? Melahirkan generasi salmon selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karna nya, ikan salmon memang patut dianggap sebagai ikan berkualitas. Apakah Anda dapat menangkap pelajaran dari mereka?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-9068628835505190504?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/9068628835505190504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/10/ikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/9068628835505190504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/9068628835505190504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/10/ikan.html' title='Ikan'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-6089245202527066645</id><published>2010-09-18T07:29:00.000-07:00</published><updated>2010-09-18T07:30:26.050-07:00</updated><title type='text'>Terbalik</title><content type='html'>Jika kita pernah merasa senang, maka sebenarnya kita pernah merasa apa itu kesedihan.&lt;br /&gt;Jika kita pernah merasa hebat, maka sebenarnya kita pun pernah merasa lemah.&lt;br /&gt;Jika kita pernah merasa kaya, maka sebenarnya kita juga tahu bagaimana rasanya tidak memiliki apapun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka, bersyukurlah hidup kita tidak penuh dengan apa yang kita sebut senang, hebat, mau...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-6089245202527066645?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/6089245202527066645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/09/terbalik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6089245202527066645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6089245202527066645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/09/terbalik.html' title='Terbalik'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-2580226131948243314</id><published>2010-09-08T21:29:00.000-07:00</published><updated>2010-09-08T21:33:18.268-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Proses Akhir Kehidupan Manusia?</title><content type='html'>Tajuk di atas bukanlah sesuatu yang asing didengar oleh kita. Dalam berbagai kajian keilmuan telah menghasilkan berbagai definisi pula tentang bagaimana proses akhir kehidupan manusia, atau yang sering kita sebut kematian, khususnya bila ditinjau dari segi ilmu kedokteran terkini. Hal yang berbeda di sini adalah pembahasannya yang mengkombinasikan antara ilmu kedokteran modern dengan ilmu syariat islam. Pembahasan ini mengambil peran dokter sebagai orang yang paling kompeten dalam melihat proses kehidupan hingga kematian seseorang secara ilmiah dan badaniyah dengan menyandingkan peran para ulama syariat dalam menentukan dasar-dasar, batas-batas, dan syarat-syarat umum yang dapat dilakukan oleh seorang muslim dokter di dalam menjalankan profesinya. Latar belakang yang paling mendasari kajian dengan tema semacam ini adalah adanya hukum yang berkenaan dengan masalah kematian seseorang baik sebelum maupun sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri, pembahasan tentang batas akhir kehidupan manusia terlihat lebih sulit dibandingkan dengan batas awal kehidupan manusia dikarenakan nash dari Al Quran dan hadits yang tidak sejelas saat menjelaskan mengenai landasan ilmu awal sebuah kehidupan. Sudah kita ketahui bahwa proses awal pembentukan manusia itu dengan gamblang Allah SWT jelaskan dalam Al Quran (Al Hajj : 5) dan Rasul jelaskan pula dalam sabda beliau, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya kejadian seseorang itu dikumpulkan di dalam perut ibunya selama empat puluh hari. Setelah genap empat puluh hari kedua terbentuklah segumpal darah beku. Manakala genap empat puluh hari ketiga berubahlah menjadi segumpal daging. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh serta memerintahkan supaya menulis empat perkara, yaitu ditentukan rezeki, waktu kematian, amalnya dan nasib baiknya atau buruknya.&lt;/span&gt;” (Al Hadits Ibnu Ma’sud). Berbeda halnya dengan proses akhir kehidupan seorang manusia yang tidak memiliki nash yang jelas dan langsung sehingga nash yang digunakan banyak diambil dari proses awal kehidupan manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Acuan Pembahasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar pembahasan dan gambaran peran ulama sebagai ilmu dasar pembahasan ke depan diadopsi dari referensi buku “Fiqih Kedokteran” karya Dr. M. Nu’aim Yasin. Acuan yang digunakan ada dua, pertama adalah bahwa akhir kehidupan manusia adalah kebalikan dari awal hidupnya yang tersirat  adanya keterkaitan antara roh dan jasad di sana sehingga kita sepakat bahwa akhir hidup adalah perpisahan antara roh dan jasad. Acuan kedua adalah bahwa roh merupakan makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT yang memungkinkan bagi manusia untuk membahas ciri-ciri, sifat-sifat, aktivitas, pengaruhnya terhadap jasad, perannya dalam jasad, waktu bertemu dan waktu berpisahnya dengan jasad. Dalam acuan yang kedua, tidak dapat dipungkiri ada sedikit pertentangan dari beberapa kalangan yang mendasarkan surat Al Isro ayat 85, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.&lt;/span&gt;” (QS 17 : 85), sebagai alasan untuk tidak membahas masalah yang berkenaan dengan roh. Namun, di sini kita mengambil jalur pertengahan yaitu membahas roh bukan dari hakikat dzat-nya melainkan dari aspek selain itu sebab sebagian ulama sepakat dengan mendasari bahwa Rasulullah SAW juga telah banyak menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan roh seperti awal pertemuannya dengan jasad, kelembutannya, perkenalannya, dan sebagainya. Acuan yang digunakan tersebut memungkinkan kita untuk membahas tentang tema yang telah ditawarkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan akan dimulai dari peran yang dilakukan para ulama syariat dalam menggambarkan roh dan hubungannya dengan jasad, serta makna hidup dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peran Ulama Syariat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ulama banyak menjelaskan hubungan antara roh dan badan manusia. Berikut kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan ijtihad mereka.&lt;br /&gt;• Menurut pandangan mereka bahwa manusia terdiri dari jasad dan roh, dan tidak disebut manusia jika hanya memiliki salah satu unsur saja tanpa yang lainnya.&lt;br /&gt;• Bahwa jasad adalah tempatnya roh di dunia ini selama masa hidup tertentu bagi manusia.&lt;br /&gt;• Bahwa ilmu, pengetahuan, perasaan, dan pilihan adalah di antara tugas roh yang paling penting.&lt;br /&gt;• Bahwa tugas jasad dengan segala anggotanya adalah mengabdi kepada roh dan menjalankan perintahnya dan tidak ada tugas lain baginya dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;• Bahwa tugas-tugas roh bisa dijalankan melalui perantara jasad di satu sisi, dan di sisi lain dapat pula dijalankan tanpa perantaranya.&lt;br /&gt;• Jasad manusia tidak bisa menjalankan aktivitas pilihan di dunia ini tanpa perintah dari roh. Dan segala sesuatu yang bersumber dari roh berasal dari dari ketetapan Allah SWT.&lt;br /&gt;• Kematian artinya perpisahan antara roh dengan jasad dan itu terjadi pada manusia manakala jasad tidak mampu menjalankan perintah roh.&lt;br /&gt;• Adanya rasa, pengetahuan, ataupun tindakan pemilihan sekecil apapun menunjukkan adanya roh di dalam jasad. Dan dengan tidak adanya tanda-tanda tersebut sama sekali menunjukkan roh yang sudah terpisah dengan jasad.&lt;br /&gt;• Adanya gerakan refleks saja tidak ada maknanya dan hanya seperti kehidupan hewani yang tidak mempunyai roh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kesimpulan tersebut, peran terbesar ulama adalah dalam menentukan suatu dzat yang tidak menjadi medan bahasan bagi ahli kedokteran, yaitu ruh. Sebuah makhluk yang ternyata menjadi pusat pimpinan dalam tubuh manusia menurut para ulama. Jasad tidak berkehendak melainkan ruh yang mengendalikan. Maka bila ruh itu telah terpisah dari jasad, dapat kita sebut manusia itu telah mati. &lt;br /&gt;Namun tidak ada salahnya jika kita melihat dan membandingkannya dengan meninjau kajian tersebut dari sisi kedokteran modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peran Para Ahli Kedokteran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasad manusia yang terlihat dan tampak secara wujud, atau yang biasa kita sebut tubuh manusia, merupakan medan bahasan para ahli kedokteran mulai dari konsep secara biomolekuler sampai ke dalam system organ yang saling berkorelasi satu sama lain. Kajian ini tidak ada tujuan lain kecuali agar tubuh manusia dapat tetap sehat sehingga dapat berfungsi normal sebagaimana mestinya. Bisa jadi, inilah salah satu yang membuat peran seorang dokter itu mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kajian secara ilmiah dalam bidang kedokteran, ada suatu organ yang ternyata memiliki karakteristik sebagai pusat pimpinan penggerak dari tubuh manusia. Organ tersebut adalah otak. Selain sebagai pusat pengendali organ-organ motorik untuk berfungsi dan organ-organ sensori untuk menerima rangsangan dari lingkungan, otak juga memiliki beberapa struktur yang berfungsi dalam pengolahan informasi, penyimpanan memori, serta emosi. Ditemukan pula bahwa rasa takut, cemas, bahagia, senang, marah, itu juga merupakan hasil dari aktivitas otak. Tingkat kesadaran seseorang hingga pengaturan aktivitas pernapasan juga diatur oleh otak. Maka wajar jika otak ini sakit ataupun rusak, maka dapat menyebabkan fungsi tubuh yang lain juga terganggu atau bahkan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itulah, kematian bagi profesi dokter adalah kematian otak, atau kematian batang otak yang dibuktikan dengan tidak adanya respon otak terhadap lingkungan seperti refleks pupil.&lt;br /&gt;Jadi, peran para ahli kedokteran bagi kajian ini adalah mendefinisikan dan menentukan segala hal yang berkenaan tentang jasad, yang telah disebutkan pula pada kajian para ulama. Hal ini tentunya dikaitkan dengan masalah menentukan telah mati atau belumnya seorang manusia yang menjadi pertanyaan utama dari tema di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kombinasi Antara Kajian Ulama dan Kajian Kedokteran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas, bagi pembahas yang tergesa-gesa akan melihat hal di atas sebagai kedua hal yang bertentangan. Bagi para ulama, roh sebagai pusat kehidupan manusia. Sedangkan bagi ahli kedokteran, otak menjadi pusatnya. Sehingga dalam menentukan akhir kehidupan manusia, wajar jika manusia memilih untuk melihatnya dari yang berwujud dan terlihat. Ini merupakan pandangan yang materialistis. Melihat berbagai hal dalam pandangan yang berbentuk materi sebagai akhir dan pusatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kajian ini, marilah kita melihat dari pribadi serta prinsip-prinsip keislaman kita. Ada satu konsep yang penting di sini bahwa tidak ada suatu yang abstrak yang dihasilkan dari sesuatu yang bersifat materi. Perasaan marah, benci, senang, kesemuanya adalah hasil yang bersifat abstrak. Sedangkan otak adalah suatu hal yang bersifat materi. Maka logisnya tidak mungkin dzat yang bernama “perasaan” itu merupakan hasil dari aktivitas otak, sebab sampai saat ini pun para ahli kedokteran hanya dapat melihat perubahan aktivitas otak (neurotranstmitter) akibat dari berubahnya perasaan itu sendiri. Tidak ada yang dapat mendefinisikan secara jelas dan nyata tentang sesuatu yang bernama “perasaan”. Hal itu sebenarnya membuktikan bahwa sesungguhnya roh itu ada. Namun ia tidak dapat diukur, sebab Allah SWT tidak menganugrahkan manusia pengetahuan tentang hakikat roh itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka logis jika hasil pemaduan di antara keduanya adalah bahwa otak adalah perantara bagi roh untuk mengatur segala aktivitas dari jasad. Rohlah yang mengetahui berbagai macam pengetahuan sehingga membutuhkan otak sebagai perantara untuk belajar dan menangkap berbagai informasi. Rohlah yang mengatur segala gerakan jasad yang berkehendak sehingga otak pula yang menjadi perantara agar organ-organ tubuh yang lain dapat bergerak sesuai dengan fungsinya. Hingga sampai kepada kesimpulan bahwa bila otak tersebut rusak dan mati maka roh tidak mampu membuat perintah kepada otak sehingga roh akan diambil dari jasad oleh malaikat maut, yang bahasan ini bukanlah area untuk dibahas di sini. Aktivitas otak yang mati itulah yang dijadikan para ahli kedokteran dalam menentukan waktu serta tanda-tanda kematian seseorang. Hingga saat itulah batas akhir kehidupan manusia dapat didefinisikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses yang dibahas di atas bukanlah sesuatu yang mutlak. Hal ini disebabkan prasangka-prasangka yang dominan dalam mendefinisikan temuan tersebut. Kajian ini pun tidak dapat secara detail menjelaskan bagaimana menentukan kematian seseorang hingga teknisnya. Namun setidaknya, kode etik (akhlak) dapat diberlakukan secara legal di sini dengan melihat hasil dari kajian tersebut sebab proses kematian seseorang bukanlah sesuatu yang hanya menyangkut matinya materi (otak) melainkan juga hilangnya materi abstrak (roh) yang hakikatnya adalah ciptaan Allah SWT. Wallahua’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-2580226131948243314?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/2580226131948243314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/09/bagaimana-proses-akhir-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2580226131948243314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2580226131948243314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/09/bagaimana-proses-akhir-kehidupan.html' title='Bagaimana Proses Akhir Kehidupan Manusia?'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-2103318259608760370</id><published>2010-08-23T19:58:00.000-07:00</published><updated>2010-08-23T20:38:34.499-07:00</updated><title type='text'>Tinggal Sedikit Lagi. Insya Allah.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/THM-qvMAZiI/AAAAAAAAAGw/NOpFsRPAMzA/s1600/toga.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/THM-qvMAZiI/AAAAAAAAAGw/NOpFsRPAMzA/s320/toga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508815673146500642" /&gt;&lt;/a&gt;Lama. Bukanlah waktu yang singkat. 3 tahun saya telah "membeli" waktu untuk belajar dalam salah satu cabang kecil dari kehidupan saya, kehidupan kampus. Sejak dari awal yang tidak mengira akan hidup dalam kondisi dan suasana yang seperti ini, sampai saat ini yang juga masih tidak mengira masih seberuntung hari ini. Ya, hari ini saya masih diberikan hidup. Hidupnya pun tidak dalam kekurangan. Tidak pula dalam keadaan sakit-sakitan hingga tidak mampu bangun dan bergerak. Bahkan masih dapat kuliah dan melanjutkan kehidupannya di sana. Maka sungguh apatah hal yang sanggup saya bayar untuk pemberian itu semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-persatu saya melihat saudara kandung yang lebih tua dari saya berpakaian rapi, semua serba hitam dengan topi lebar yang melekat di kepalanya. Satu-persatu, mereka menerima ucapan selamat dari rekan-rekannya maupun guru-gurunya. Upacara wisuda pun terkadang menjadi puncak kebahagiaan orang tua saat beliau melihat anaknya berdiri di depan. Bahagia karena tidak semua orang tua mampu memberikan hal yang sama kepada anaknya. Bahagia pula karena anaknya pun mampu menjawab setidaknya sedikit kekhawatiran sang orang tua akan masa depan anaknya yang dibangga-banggakannya itu. Maka wajar jika hal ini melekat di benak saya saat ini. Ya, suatu saat saya juga ingin berada dalam posisi sang anak yang mampu menunjukkan baktinya, setidaknya dengan seperti yang telah diceritakan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, insya Allah "hanya" tinggal setahun lagi saya kan menuju ke sana. Melihat ke belakang kembali bukanlah sesuatu yang bijak. Karna sungguh, ada cita-cita yang ingin saya kejar. Setidaknya dalam waktu yang dekat ini, maupun dalam kurun waktu yang jauh ke depan. Sudah terbayang. Tergambar. Tinggal prosesnya lah yang harus ditekuni. Daya berdaya yang dipertajam. Kesabaran yang diasah. Ya Rabb, semoga Engkau ridho.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-2103318259608760370?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/2103318259608760370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/08/tinggal-sedikit-lagi-insya-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2103318259608760370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2103318259608760370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/08/tinggal-sedikit-lagi-insya-allah.html' title='Tinggal Sedikit Lagi. Insya Allah.'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/THM-qvMAZiI/AAAAAAAAAGw/NOpFsRPAMzA/s72-c/toga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-3343267940635849553</id><published>2010-08-21T16:27:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T16:31:22.735-07:00</updated><title type='text'>Berkorban, Bukan Menjadi Korban.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/THBhwCLZZ8I/AAAAAAAAAGo/mnJYeH_6Zzw/s1600/sholat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/THBhwCLZZ8I/AAAAAAAAAGo/mnJYeH_6Zzw/s320/sholat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508009822120404930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan. Menilik ke dalam beberapa pengalaman yang klasik. Pernahkah kita menyisihkan sebagian uang kita untuk memberikan satu bungkus saja makanan berbuka puasa untuk orang lain? Namun saat kita diajak untuk ikut acara buka bareng, belasan bahkan puluhan ribu kita keluarkan. Tidak. Ada yang lebih sederhana. Pernahkah kita memindahkan puntung rokok (masih hidup) yang dibuang di tengah jalan ke tempat yang semestinya? Padahal melihat teman yang merokok saja kita masih enggan untuk berkata "tidak suka asap rokok!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah bersabda bahwasanya memindahkan duri di jalan saja merupakan selemah-lemahnya iman. Coba kita bayangkan bila hal yang di atas kita masih enggan. Kasihan iman kita. Ia renta, hanya sekedar di mulut saja. Kosong. Bila begitu, entah kata-kata apa yang harus dirangkai untuk mendorong diri kita sendiri untuk menghadiahi waktu ini dengan membaca Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat. Kita semua tahu bahwa pengorbanan itu bukanlah sesuatu yang sederhana dalam perlakuannya. Masih butuh komponen dasar di dalamnya. Tanggung jawab, keberanian, kesabaran. Setidaknya itu yang dibutuhkan. Karna itu ada satu hal yang harus dipegang. Kita hidup bukan untuk diri kita sendiri. Ulama saja mengistilahkan dengan, "manusia kerdil". Apakah yang disebut pahlawan itu adalah kumpulan manusia-manusia berjiwa kerdil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Self-Evaluating..)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-3343267940635849553?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/3343267940635849553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/08/berkorban-bukan-menjadi-korban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/3343267940635849553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/3343267940635849553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/08/berkorban-bukan-menjadi-korban.html' title='Berkorban, Bukan Menjadi Korban.'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/THBhwCLZZ8I/AAAAAAAAAGo/mnJYeH_6Zzw/s72-c/sholat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-3250089771146774486</id><published>2010-08-21T06:48:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T06:52:57.868-07:00</updated><title type='text'>Kemilau Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TG_aLTi6iRI/AAAAAAAAAGg/73JYgv9BSHM/s1600/fajar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TG_aLTi6iRI/AAAAAAAAAGg/73JYgv9BSHM/s320/fajar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507860757057538322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemilau. Suatu istilah yang akarnya dari silau, menyilaukan. Bersinar terang. Banyak orang yang ingin menjadi orang yang paling terang, paling bersinar, paling memesona. Itu fitrah diri. Menjadi idola, tokoh yang disegani. Itu bagian dari kemilaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, banyak yang belum sadar bahwa lilin itu juga terang. Itu bersinar. Namun ternyata ia juga tidak sekedar silau. Karna ia menerangi. Ya, kemilaunya menerangi yang lain. Walapun ironisnya sang lilin pun akan menjemput waktu akhir kemilaunya, tetapi siapa yang menyangkal bahwa lama nya ia hidup menjadi sesuatu yang sangat diharap-harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah dari sana. Kita, manusia, pasti ada potensi di dalam diri. Setidaknya ada 3 potensi di sana. Tak salah jika kita mampu mengeluarkan segenap potensi yang ada. Agar kita semakin berkilau mantap dan sempurna. Namun waktu kita bukan untuk dihabiskan untuk itu. Karna sang lilin pun tahu, tugas ia bukan sekedar nyala nya api di mahkotanya melainkan jua untuk apa api itu dapat ia gunakan agar bermanfaat bagi sekitarnya. Sang lilin hidup bukan untuk dirinya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-3250089771146774486?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/3250089771146774486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/08/kemilau-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/3250089771146774486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/3250089771146774486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/08/kemilau-diri.html' title='Kemilau Diri'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TG_aLTi6iRI/AAAAAAAAAGg/73JYgv9BSHM/s72-c/fajar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-1010778865550015239</id><published>2010-08-16T07:29:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T07:30:27.719-07:00</updated><title type='text'>Merdeka!</title><content type='html'>Kemerdekaan. Makna nya luas. Sangat luas sebenarnya. Maka wajar jika banyak hal yang dapat ditarik dari kata itu. Secara konotatif ataupun denotatif. Secara gamblang, maupun tersirat. Hanya saja, masih terasa bingung. Kemerdekaan ini masih sering diinterpretasikan, "kebebasan seluas-luasnya". Lucu. Padahal tubuh kita saja butuh aturan untuk hidup normal. Regulasi gen yang ada di tiap sel, bila tidak ada aturan maka bisa berkembang menjadi keganasan. Sel-sel imun, bila tidak aturan yang jelas, bisa menjadi penyakit autoimmune. Aliran darah, bila tidak ada autoregulasi tekanan di otak, bisa berkembang menjadi stroke. Jelas. Bebas itu bukan tanpa aturan. Bebas itu berbatas aturan. Dari siapa aturan itu? Kita semua sudah seharusnya bisa menjawab itu. Bila sulit, tanyakan pada hati kecil kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sisi lain yang bisa ditarik pula dari kata kemerdekaan. Sering terdengar teriakan "merdeka!" karna merasa kita belum merdeka. Kita merasa masih terjajah. Wajar. Itu semangat bergejolak. Hanya saja satu hal yang mungkin harus diperhatikan. Merdeka itu bukan sekadar pemberian! Tidak akan ada perubahan yang lebih baik itu terjadi tanpa kita sendiri yang melakukannya. Kita tidak bisa terus-menerus mengharapkan mukjizat terjadi tanpa ada usaha lebih. Ya, usaha lebih. Berdasarkan rumus fisika saja, usaha itu harus ada perpindahan. Itu berarti ada yang bergerak di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang tertulis di atas hanyalah sekelumit alur yang ada di otak saya saat ini. Mampu kah hal itu terintegrasi menjadi bagian dari amal saya? Bismillah..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-1010778865550015239?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/1010778865550015239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/08/merdeka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1010778865550015239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1010778865550015239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/08/merdeka.html' title='Merdeka!'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-683027551561457708</id><published>2010-06-21T09:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T11:10:08.177-07:00</updated><title type='text'>Putus nyambung? Nyambung terus kok..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TCJNPWyEAWI/AAAAAAAAAGQ/am_I00teWkQ/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 101px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TCJNPWyEAWI/AAAAAAAAAGQ/am_I00teWkQ/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486032222299619682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda melihat ada dua orang sahabat muslim yang sangat akrab, bahkan tidak bertemu itu rasanya seperti kehilangan sesuatu yang sangat dicari-cari? Saat salah satu di antara nya dihina, seorang lainnya terdepan membelanya. Bila ia terusik dan dizholimi, sahabatnya lah yang pertama bergerak melindungi. Namun ternyata, bisa jadi dalam suatu kondisi (yang tiba-tiba maupun tidak) mereka menjadi saling berjauhan dan memusuhi satu sama lainnya layaknya cahaya dan kegelapan yang saling meniadai? Bertolak belakang dengan apa yang mereka alami sebelumnya. Ada apakah di sana? Ada "duri" di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TCJNh-IUWHI/AAAAAAAAAGY/nQg560qYTdI/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 101px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TCJNh-IUWHI/AAAAAAAAAGY/nQg560qYTdI/s320/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486032542099593330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, persaudaraan di antara muslim itu adalah anugrah nikmat yang sangat besar. Ini ditegaskan oleh Allah SWT bahwa walaupun kita membelanjakan semua kekayaan yang ada di bumi niscaya kita takkan mampu mempersatukan hati-hati umat muslim yang ada di setiap sudut dunia ini. Hanya karna nikmat Allah SWT lah, saya, Anda, teman-teman muslim Anda semua menjadi bersaudara. Maka wajar jika sebanyak 30-an kali kita di tegur oleh Allah SWT dalam pendustaan manusia terhadap berbagai nikmat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, sering kita lupa mensyukuri nikmat persaudaraan ini. jika saat ini kita melihat banyak perpecahan dan kesenggangan yang terjadi di antara umat muslim, pastilah itu karna ulah manusia itu sendiri. Merekalah yang menebar "duri-duri" ini. Sengaja maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu duri terbanyak yang memliki proporsi besar di dalamnya adalah ketidaksantunan dalam berbicara. Rasulullah SAW telah mengingatkan kita bahwa keselamatan seseorang terletak dalam menjaga lidahnya. Benar bahwa lisan ini memang dibentuk oleh organ panca indra manusia yang bentuk dan ukurannya relatif kecil, namun Anda semua pasti sadar bahwa efeknya tidak sekecil itu. Ingatkah wasiat Lukman dalam didikan anaknya untuk melunakkan suara dalam berbicara? Dan bukankah Rasulullah juga telah mengingatkan bahwa tidak ada kaum yang sesat setelah mendapat petunjuk dari-Nya kecuali karena mereka suka saling berbantah-bantahan? Atau lupakah manusia bahwa sikap sombong bisa meregangkan yang dekat menjadi berbalik arah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup banyak kesantunan yang islam memang ajarkan -Maha Suci Allah yang meneguhkan kita disini-, khususnya dalam berbicara. Maka layak bahwa umat muslim sesungguhnya adalah umat yang terbaik. Mulai dari sekarang, saatnya kita yang membuktikan itu, pembuktian bahwa persaudaraan ini bukanlah ikatan yang mudah diurai. Bisa jadi, itulah mengapa saudara-saudara saya sering menyebut, "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berukhuwwah Menjawab Tantangan!&lt;/span&gt;"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-683027551561457708?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/683027551561457708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/06/putus-nyambung-nyambung-terus-kok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/683027551561457708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/683027551561457708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/06/putus-nyambung-nyambung-terus-kok.html' title='Putus nyambung? Nyambung terus kok..'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TCJNPWyEAWI/AAAAAAAAAGQ/am_I00teWkQ/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-1591787080148981976</id><published>2010-06-11T09:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-11T09:48:01.057-07:00</updated><title type='text'>Siapkah Anda?</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat, bagi diri maupun orang lain.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah prinsip yang ingin rasanya selalu kami pegang. Selama raga ini masih bisa bergerak, selama jiwa ini masih mampu melampaui raga itu sendiri, selama akal masih dapat berputar jernih, dan selama keikhlasan masih tertancap dalam sanubari..Hanya ingin memberikan manfaat sebesar-besarnya..seluas-luasnya..dan semampu tangan ini menggenggam dunia. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ya Rabb, jika saat ini aku diberi kesempatan untuk itu, lepaskan aku dari kelalaian ini.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika saat ini saya di amanahkan untuk menjadi seorang pemimpin di antara para pemimpin (setidaknya bagi dirinya sendiri), maka itu cuma atas izin-Nya. Suatu kesempatan yang memang bukan untuk saya buang. Namun, dengan kata lain, Allah telah mengizinkan pemimpin-pemimpin itu untuk membuang permasalahannya kepada saya. Diminta ataupun tidak. Suatu konsekuensi logis. Rugikah? Jika iya, maka saya telah lupa bahwa Allah maha mengetahui kadar tulus seseorang dalam setiap amalnya. Malu lah saya kepada Dia jika semua aktivitas saya berikan untuk yang lain, padahal setiap satuan energi itu adalah karunia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat, saat ini amanah telah tertumpuk di pundak. Ladang pahala sedang tertanam, dengan tidak melupakan telur-telur dosa yang ada di ujung tanduk. Tinggal sedangkal apa kesombongan yang ingin di keringkan dan sedalam apa tekad yang ingin di tenggelamkan sampai ke dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kuatnya ikatan persaudaraan, saatnya untuk bergerak! Bukan, bukan untuk sekedar eksistensi barisan ini, melainkan untuk kebermanfaatan yang besar dalam bingkai kehangatan ukhuwah! Nyalakan semangatmu, sahabat! &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berukhuwah menjawab tantangan!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-1591787080148981976?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/1591787080148981976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/06/bismillah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1591787080148981976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1591787080148981976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/06/bismillah.html' title='Siapkah Anda?'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-5143007812365110011</id><published>2010-06-01T08:44:00.001-07:00</published><updated>2010-06-01T09:47:21.404-07:00</updated><title type='text'>"Emangnya gw pikirin? Yaiyalah!"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TAU5hoeA8NI/AAAAAAAAAGI/myMrDE-p1I0/s1600/kanoute-palestina.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 286px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TAU5hoeA8NI/AAAAAAAAAGI/myMrDE-p1I0/s320/kanoute-palestina.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477847771727851730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bebaskan Palestina! Selamatkan Negeri Palestina! Mari satukan hati dan doa untuk kemenangan Palestina! Selamatkan saudara-saudara kami di Palestina!..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segolongan mungkin akan bergetar saat didengungkan seruan seperti ini. Hati bergejolak terasa bagai mengalir dari dalam jiwa yang besar dan tulus. Semangat mengembara seakan getarannya sampai ke negeri seberang. Namun di sisi lain, tak jarang yang memberikan persepsinya yang berbeda. Ada yang bilang, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya malas euy bicarain tentang Palestina terus&lt;/span&gt;..", "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Negeri sendiri aja belum keurus, malah ngurusin negara lain&lt;/span&gt;..", atau bahkan, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Palestina mah bukan urusan orang Indonesia&lt;/span&gt;..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memperlihatkan ada dua reaksi yang berbeda yang muncul saat kebanyakan orang membahas tentang negeri Palestina. Ada yang peduli, yang lain acuh tak acuh. Padahal, bisa jadi mereka memiliki keyakinan yang sama. Ada yang salah di sana? Ada. Pemahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu akidah, konsep &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al Wala' Wal Bara' &lt;/span&gt;sudah cukup menjelaskan tentang itu: Mengapa Rasulullah SAW memisahkan hakikat manusia ke dalam 2 golongan, golongan Allah dan golongan Syetan? Mengapa seorang muslim wajib melindungi muslim lainnya? Lalu mengapa seorang muslim wajib memerangi segala bentuk kekufuran, kefasikan, dan kedurhakaan? Dan kepada siapakah pertolongan akan Allah berikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jelas, pemahaman akan itu masih terasa kurang di antara kita. Ada yang cukup paham, ada yang setengah-setengah, bahkan ada yang belum pernah mendengar konsep akidah semacam ini. Ironis memang! Permasalahan bahkan akan muncul saat yang tahu tidak mengajarkan, yang setengah-setengah malah menjadi bingung, dan yang tidak tahu malah ikut-ikutan memerangi saudaranya sendiri secara tidak langsung. Timbulah kesenggangan, lalu pecah. Sadarkah Anda bahwa itu yang "mereka" inginkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pasti paham apa maksud dari tulisan ini. Karna itu, belajarlah dari sekarang!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-5143007812365110011?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/5143007812365110011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/06/emangnya-gw-pikirin-yaiyalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/5143007812365110011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/5143007812365110011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/06/emangnya-gw-pikirin-yaiyalah.html' title='&quot;Emangnya gw pikirin? Yaiyalah!&quot;'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/TAU5hoeA8NI/AAAAAAAAAGI/myMrDE-p1I0/s72-c/kanoute-palestina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-1889698902396540836</id><published>2010-05-25T04:52:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T04:56:41.474-07:00</updated><title type='text'>Lapangkanlah hatimu, sahabat!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S_u6xAJpYrI/AAAAAAAAAGA/ZrZXQsol1PI/s1600/lake_toba_indonesia_aerial.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S_u6xAJpYrI/AAAAAAAAAGA/ZrZXQsol1PI/s320/lake_toba_indonesia_aerial.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475175123015787186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tahukah kamu ada gambar yang tersembunyi di sini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat ada seorang pemuda, datang kepada seorang kakek. Ia menceritakan segala keluhan dan masalahnya kepada kakek tersebut. Sesaat setelah pemuda itu selesai mengeluh, kakek ini meminta sang pemuda untuk menyiapkan segelas air minum. Lalu air tersebut dibubuhi garam, lalu di aduk. Setelah itu, dimintalah pemuda itu untuk meminumnya. Jelas, air itu akan terasa sangat asin. Terlihat dari mimik mukanya yang berubah setelah meminumnya. Sang kakek pun tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah nya, dibawalah pemuda ini ke sebuah danau yang jernih lagi bersih airnya. Sang kakek melakukan hal yang hampir sama, disebarlah beberapa cuil garam ke danau dan di aduk-aduknya dengan setongkat kayu. Lalu pemuda itu diminta untuk meminum air danau yang telah diberi garam tadi. Bagaimakah rasanya? Ternyata air itu tidak terasa asin. Bahkan masih terasa segar, seperti tidak ada apapun yang mencampuri di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah hikmah di sini. Coba kita ibaratkan bila garam itu masalah kita sendiri, sedangkan gelas dan danau itu adalah bentuk hati kita. Saat masalah itu kita timpalkan pada hati yang kecil dan sempit layaknya gelas yang digambarkan sebelumnya, maka seolah masalah sangat pahit dan terasa. Namun jika masalah itu diberikan kepada hati yang lapang dan luas, ia akan menjadi sesuatu hal yang tidak akan terasa sakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logis jika mulai dari sekarang, mari sama-sama lapangkan hati ini seluas-luasnya. Karna bisa jadi masalah tidak seluas yang kau kira!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-1889698902396540836?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/1889698902396540836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/05/lapangkanlah-hatimu-sahabat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1889698902396540836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1889698902396540836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/05/lapangkanlah-hatimu-sahabat.html' title='Lapangkanlah hatimu, sahabat!'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S_u6xAJpYrI/AAAAAAAAAGA/ZrZXQsol1PI/s72-c/lake_toba_indonesia_aerial.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-4329380836070038121</id><published>2010-05-22T16:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-22T16:24:06.156-07:00</updated><title type='text'>Pasto~Sahabat (lyric)</title><content type='html'>Hidup ini tak sempurna&lt;br /&gt;Khayalan tak selalu nyata&lt;br /&gt;Sahabat jangan pernah menyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Jangan berhenti berharap&lt;br /&gt;Kita ini yang terkuat&lt;br /&gt;Saatnya jadi peran utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;Aku bisa kaupun bisa&lt;br /&gt;Meraih mimpi setinggi bintang berkilau&lt;br /&gt;Bersama-Nya ku percaya&lt;br /&gt;Kita ditakdirkan jadi yang terhebat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Marilah genggam tanganku&lt;br /&gt;Berlari kita terpacu&lt;br /&gt;Jangan pernah ada ragu&lt;br /&gt;‘tuk jadi yang nomer satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Rintangan paling berarti&lt;br /&gt;Rasa takut dalam diri&lt;br /&gt;Selama kita sehati&lt;br /&gt;Mimpi kita takkan mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kah mau kau terus bertahan..bersama disini, wahai sahabat?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-4329380836070038121?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/4329380836070038121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/05/pastosahabat-lyric.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4329380836070038121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4329380836070038121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/05/pastosahabat-lyric.html' title='Pasto~Sahabat (lyric)'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-5255466519244596329</id><published>2010-05-17T19:53:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T19:55:41.780-07:00</updated><title type='text'>Rokokmu, bahaya kita!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S_IBpjehfUI/AAAAAAAAAF4/ir3DQp2Nrt4/s1600/040607-antirokok.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 229px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S_IBpjehfUI/AAAAAAAAAF4/ir3DQp2Nrt4/s320/040607-antirokok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472438310618103106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kiasan yang mungkin tepat untuk para pecandu rokok, "Yang bakar uang rugi, yang kebagian asap nya juga rugi." Ironis memang. Rokok itu dibeli, namun merusak. Banyak pendekatan alasan ilmiah yang sebenarnya dapat diambil untuk merefleksikan hal tersebut. Pencerdasan ilmiah dalam bidang medis pun telah banyak memberikan bukti logis sebagai tema utama dalam upaya pencegahan konsumsi rokok dalam kehidupan masyarakat saat ini. Namun terkadang itu tidak cukup menggerakkan akal sehat manusia ini untuk mulai menjauhi rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokok telah menjadi salah satu aktor utama sebagai faktor resiko dalam timbulnya bermacam-macam penyakit yang ada saat ini. Tercatat sebanyak 14 kali peningkatan resiko terkena kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan; 4x menderita kanker esophagus; 2x kanker kandung kemih; dan 2x serangan jantung akibat mengisap rokok ini. Belum lagi penyakit saluran pernapasan yang lain seperti COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) yang bisa berakibat kelainan sulit bernapas maupun infeksi di sana. Penyakit kardiovaskuler yang akan timbul pun juga tidak kalah hebatnya seperti kelainan gagal jantung ataupun hipertensi yang bisa berakibat resiko fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam mekanisme pathologis terjadi akibat menghisap asap rokok, baik untuk perokok aktif maupun pasif. Mekanisme bioselular yang terjadi salah satunya adalah perubahan bentuk sel-sel epitel di saluran pernapasan yang menjadi salah satu proses awal terbentuknya sel kanker. Bila ini terjadi pada saluran pernapasan bawah, akan merangsang sel-sel peradangan dan mengakibatkan terjadinya kerusakan kantong udara dan pembengkakan di sana, atau dalam istilah kedokterannya disebut emphysema. Penyempitan saluran akibat cairan mucus berlebih yang dirangsang oleh sel-sel peradangan tadi dapat pula menyebabkan munculnya gejala bunyi nafas seperti asma (wheezing). Dari sana, timbul berbagai macam komplikasi multiorgan dalam tubuh, seperti kelainan gagal jantung yang telah disebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itu, maka merokok jelas membahayakan perokok itu sendiri, juga perokok lain di sekitarnya. Sayangnya, kaum yang tidak merokok ternyata lebih sensitive terhadap asap rokok, sehingga rokok lebih berbahaya kepada mereka karena reaksi tubuh yang ditimbulkan terhadap asap rokok juga lebih tinggi dampaknya terhadap kesehatan. Padahal, asap rokok yang ada bila dikonsumsi menghasilkan 4% asap yang memang perokok itu sendiri hisap, sisanya 96% keluar sebagai asap bebas yang memang lebih berbahaya karena terbakar pada suhu tinggi dan tanpa saringan sehingga lepas ke udara bebas. Sebagai tambahan bahwa asap yang keluar bebas tersebut lebih banyak mengandung zat-zat yang berbahaya. Maka tidak salah jika paradigma yang ada selama ini bahwa perokok pasif akan lebih mengalami dampak buruk terhadap asap rokok bila dibandingkan perokok itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih miris lagi bila kita bayangkan asap rokok itu sering terhisap oleh ibu-ibu yang sedang hamil. Jelas bahwa rokok membahayakan janin yang ada di dalam kandungan, sehingga resiko janin tersebut lahir dengan kecacatan lebih besar. Maka ibu-ibu hamil yang menjadi perokok pasif lah yang kita khawatirkan. Tidak ada satupun orang tua yang rela anaknya cacat akibat asap rokok yang ditimbulkan orang di sekitarnya. Ini menjadi catatan yang penting pula bagi para suami yang memang menjadi orang yang paling terdekat dalam lingkungan sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tidak anda sadari bahwa jumlah perokok itu sebenarnya tidaklah sebanyak yang tidak merokok. Logis jika dikatakan bahwa lebih banyak orang yang memang tidak ingin merokok dibandingkan yang ingin. Jelas pula bahwa merokok itu hanyalah sebuah pilihan, sedang bernafas adalah kebutuhan. Maka bila pilihan itu berdampak buruk bagi kebutuhan itu sendiri, tidak sepatutnya sang pemilih tidak sadar bahwa mereka telah berbuat zholim. Secara sosial, pelaku jelas harus ada sangsi tegas atasnya, karena hak asasi orang-orang yang tidak merokok terlanggar. Bahkan inilah yang membuat WHO menetapkan Lingkungan Bebas Asap Rokok sebagai tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diadakan setiap tanggal 31 Mei itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini masyarakat mungkin merasa aman bila diberlakukannya pemisahan kawasan merokok dengan area bebas rokok. Padahal belum ada jaminan bahwa area bebas merokok itu benar-benar bebas terhadap asap rokok sehingga pemisahan kawasan itu tidak berpengaruh banyak. Selain itu, belum pula ditemukan teknologi ventilasi atau penyaringan udara yang dapat menghilangkan sepenuhnya asap rokok. Maka bisa jadi pemisahan kawasan itu bukanlah solusi efektif untuk mencegah dampak rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi dampak dari asap rokok yang berkeliaran di dalam gedung dan ruangan semisal ruang kerja untuk para pegawai kantoran. Ini biasa disebut Sick Buliding Syndrome. Pekerja-pekerja kantoran yang memang lebih sering menghabiskan waktu di dalam ruangan sangat rentan mengalaminya, apalagi bila ditambah dengan perilaku mereka sendiri yang menjadikan rokok sebagai “obat penenang” mereka dalam kondisi stress. Semakin menjadilah permasalahan yang ditimbulkan akibat rokok itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini para ustadz pun juga telah sering mengingatkan bahaya rokok itu. Bila merujuk pada fatwa haram rokok yang dikeluarkan oleh MUI ataupun Muhammadiyah misalnya, di luar pro kontra terhadapnya, maka sudah sepatutnya kita sama-sama mulai menjauhi rokok dengan alasan-alasan keresahan terhadap bahaya-bahaya yang ditimbulkannya, mulai dari dampak kesehatan sampai dampak sosial yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban-korban akibat rokok sudah banyak berjatuhan, sekarang tinggal kita yang memilih. Apakah kita yang menjadi korban selanjutnya? Ataukah kita yang menjadi penyelamat para korban itu? Tentukan pilihanmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka. DEW 3 FULDFK&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-5255466519244596329?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/5255466519244596329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/05/rokokmu-bahaya-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/5255466519244596329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/5255466519244596329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/05/rokokmu-bahaya-kita.html' title='Rokokmu, bahaya kita!'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S_IBpjehfUI/AAAAAAAAAF4/ir3DQp2Nrt4/s72-c/040607-antirokok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-6050755585641722859</id><published>2010-05-07T09:15:00.000-07:00</published><updated>2010-05-07T10:07:03.036-07:00</updated><title type='text'>Jantung saya gak egois..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S-RIpRWWRMI/AAAAAAAAAFw/7RmNxAqQDG4/s1600/heart-monitor-500.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 249px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S-RIpRWWRMI/AAAAAAAAAFw/7RmNxAqQDG4/s320/heart-monitor-500.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468575721403598018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, terbesit sebuah hal yang sebenarnya kecil, namun bisa menjadi ladang hikmah tersendiri di sana..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang jantung. Baru saya sadar, ternyata jantung itu gak egois. Coba kita lihat. Dalam mekanisme kontraktilitas nya, jantung memiliki aktivitas yang automatis dalam memberikan stimulus untuk otot jantung dapat berkontraksi sendiri dengan ritme tertentu. Karna jantung memiliki fungsi sebagai pemompa darah, maka ia berkontraksi lalu memompakan darah ke paru-paru dan ke seluruh tubuh, yang biasa kita sebut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;systole&lt;/span&gt;. Setelah itu, saat darah ter-ejeksi keluar dari jantung, maka jantung akan mengalami fase relaksasi ventrikel dimana katup yang menuju pembuluh aorta akan menutup. Saat menutup, darah yang terejeksi sebagian kecil akan mengalir balik untuk mengalirkan darah ke pembuluh darah jantung itu sendiri. Fase itu dinamakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;diastole&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya pikir, ini unik. Jantung seolah memprioritaskan nutrisi nya untuk organ lainnya terlebih dahulu. Dia juga tidak keberatan untuk mengatur supply nutrisi itu sendiri. Dia korbankan nutrisi buat dirinya sendiri yang juga sebenarnya hanyalah sisa yang ada. Padahal, kita tahu bahwa karena itulah ia menjadi lebih rentan terhadap penyakit kurang gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat atau tidak, tapi bagi saya ini bisa menjadi contoh, bahkan untuk seorang pemimpin sekalipun. Sebagai pelayan rakyatnya, figur pemimpin dituntut untuk dapat memberikan pengorbanan lebih. Ia tidak akan kekenyangan jika rakyat nya masih kelaparan. Ia pun dituntut untuk dapat profesional dalam mengatur aktivitasnya, karena saat ia tidak teratur maka rakyatnya pun akan terkena dampaknya. Sama halnya dengan jantung yang mengalami arrhythmia maka supply darah ke organ lain pun akan terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini baru secarik hikmah yang bisa dipetik. Padahal, bisa jadi ia menjadi seperti batu permata yang memiliki banyak sisi di permukaannya. Banyak hikmah yang mungkin bisa dilihat dari sudut pandang yang lain. Waallahualam..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-6050755585641722859?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/6050755585641722859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/05/jantung-saya-gak-egois.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6050755585641722859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6050755585641722859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/05/jantung-saya-gak-egois.html' title='Jantung saya gak egois..'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S-RIpRWWRMI/AAAAAAAAAFw/7RmNxAqQDG4/s72-c/heart-monitor-500.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-4395053727798585574</id><published>2010-04-28T07:02:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T07:06:41.488-07:00</updated><title type='text'>Cinta itu tindakan!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S9hA6j9Z6aI/AAAAAAAAAFo/b-N_qz0XZHA/s1600/allahu-akbar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 278px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S9hA6j9Z6aI/AAAAAAAAAFo/b-N_qz0XZHA/s320/allahu-akbar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465189522643478946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada Seorang Wanita ,Kulitnya hitam, Wajahnya kelihatan keriput. Usianya tua dimakan penyakit dan ada seorang lelaki Kaya dan tampan,yang ingin menikahi wanita tersebut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Sejak awal ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, "Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati...terkembang dalam kata... terurai dalam perbuatan...Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata... Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon ; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati di sini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin mengangga lebar dalam masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA, Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? Bukankah hidup ini hanya sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak."Atau paling sedikit berguna untuk diri kita dan keluarga kita bila tuntutan ini terasa terlampau tinggi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Copas dari notes yg inspiratif..:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-4395053727798585574?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/4395053727798585574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/04/cinta-itu-tindakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4395053727798585574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4395053727798585574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/04/cinta-itu-tindakan.html' title='Cinta itu tindakan!'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S9hA6j9Z6aI/AAAAAAAAAFo/b-N_qz0XZHA/s72-c/allahu-akbar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-7763609344849925558</id><published>2010-04-27T09:41:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T09:44:36.519-07:00</updated><title type='text'>Saya mau diatur!</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tiap-tiap umat di antara kamu, kami berikan aturan dan jalan terang.&lt;/span&gt;  Q.S Al Maidah 48&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh heran. Saat Allah memang telah meletakkan aturan-aturanNya kepada umat manusia, saat itu pula banyak hamba Nya seakan menolak terhadapnya. Kelalaian kita dalam penerapannya; baik lingkup ritual, sosial, muamalah, maupun prilaku; menjadi bukti. Padahal, apapun alasannya, manusia selalu bergantung kepada aturan Nya. Itu fitrah. Jelas, karna Dia Maha Mengetahui maka aturan Nya pun sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibaratnya, saat seseorang membeli suatu produk mobil, maka ia akan menanyakan buku panduan dari produk tersebut. Jelas, ia pasti akan menanyakannya kepada produsennya. Tidak mungkin kita membeli mobil A, tapi minta buku panduan mobil B. Begitu pula hakikat pencipta kita. Yang menciptakan kita pasti lebih tahu apa yang memang baik untuk kita. Logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saat tahu bahwa berbohong itu dilarang, kenapa belum jujur? Saat tahu bahwa babi diharamkan, kenapa malah cari alasan agar babi dibolehkan? Saat tahu islam itu benar, kenapa malah menghindar?..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lindungiku dari kelalaian ini, ya Rabb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S9cUWrQGxTI/AAAAAAAAAFY/FBCf0MWRLxs/s1600/berdoa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S9cUWrQGxTI/AAAAAAAAAFY/FBCf0MWRLxs/s320/berdoa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464859052637340978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-7763609344849925558?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/7763609344849925558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/04/saya-mau-diatur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/7763609344849925558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/7763609344849925558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/04/saya-mau-diatur.html' title='Saya mau diatur!'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S9cUWrQGxTI/AAAAAAAAAFY/FBCf0MWRLxs/s72-c/berdoa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-6013405611178186750</id><published>2010-04-15T08:53:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T09:24:13.136-07:00</updated><title type='text'>Akal..bukan hanya sekedar berpikir,</title><content type='html'>Akal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari kita mungkin menganggap akal itu adalah buah dari pemikiran. Padahal makna akal itu sendiri tidak sesempit itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Ali Imron ayat 190-191, Di sana disebutkan bahwa orang-orang yang berakal adalah yang terus mengingat Allah dalam keadaan duduk, berdiri, maupun berbaring dan memikirkan penciptaan langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemaparan dari ayat tersebut menyiratkan bahwa akal adalah gabungan antara aktivitas hati dan pikiran. Saat proses berpikir kita cukup matang, namun tidak diimbangi dengan perantauan ke dalam hati, maka bisa jadi akan melahirkan sesuatu yang malah menimbulkan kerusakan. Maka, rahim dari kerusakan itu sendiri adalah rahim yang cacat dari kehilangan komponen hati. Komponen yang selalu menjaga proses kecerdasan intelektual dengan kebesaran makna hati. Itulah iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bisa jadi, mengapa banyak orang cerdas, namun tidak memancarkan manfaat. Banyak teknologi canggih yang malah daya rusak nya lebih besar dari nilai kegunaannya. Tampak manfaat, namun tidak berkah. Hanya bagaikan suatu mesin yang akan usang suatu saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-6013405611178186750?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/6013405611178186750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/04/akalbukan-hanya-sekedar-berpikir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6013405611178186750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6013405611178186750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/04/akalbukan-hanya-sekedar-berpikir.html' title='Akal..bukan hanya sekedar berpikir,'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-1489609889179146255</id><published>2010-04-10T02:26:00.001-07:00</published><updated>2010-04-10T02:34:20.483-07:00</updated><title type='text'>Nasihat 5 hal..</title><content type='html'>Suatu hari, Ibrahim bin Adham didatangi oleh seseorang yang sudah sekian lama hidup dalam kemaksiatan, sering mencuri, selalu menipu, dan tak pernah bosan berzina. Orang ini mengadu kepada Ibrahim bin Adham,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai tuan guru, aku seorang pembuat dosa yang rasanya tak mungkin boleh lari dari kubangan maksiat. Tapi, tolong tunjukkan aku seandainya ada cara untuk menghentikan semua perbuatan tercela ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim bin Adham menjawab,&lt;br /&gt;“Kalau kamu boleh berpegang pada lima hal ini, nescaya kamu akan dijauhkan dari segala perbuatan dosa dan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama, jika kamu ingin berbuat dosa dan maksiat, maka usahakanlah agar Allah jangan sampai melihat perbuatanmu itu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu terperanjat,&lt;br /&gt;“Bagaimana mungkin, Tuan guru, bukankah Allah selalu melihat apa saja yang diperbuat oleh siapapun? Allah pasti tahu walaupun perbuatan itu dilakukan dalam bilik persendirian, di bilik yang gelap, bahkan di lubang semut pun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anak muda, kalau yang melihat perbuatan dosa dan maksiatmu itu adalah jiran kamu, kawan dekatmu, atau orang yang kamu hormati, apakah kamu akan meneruskan perbuatanmu? Tetapi mengapa dengan Allah kamu tidak malu, sedang Dia melihat apa yang kamu buat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu lalu tertunduk dan berkata,&lt;br /&gt;“katakanlah yang kedua, Tuan guru!”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua, jika kamu ingin melakukan dosa dan maksiat, maka jangan lagi kamu makan rezeki Allah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendosa itu kembali terperanjat,&lt;br /&gt;“Mana boleh, Tuan guru, bukankah semua rezeki yang ada di sekeliling manusia adalah dari Allah semata? Bahkan, air liur yang ada di mulut dan tenggorokanku adalah dari Allah jua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim bin Adham menjawab,&lt;br /&gt;“Wahai anak muda, masih mahukah kita makan rezeki Allah sementara setiap saat kita melanggar perintahNya dan melakukan laranganNya? Kalau kamu menumpang makan kepada seseorang, sementara setiap saat kamu selalu mengecewakannya dan dia melihat perbuatanmu, masihkah mampu dan tidak malu untuk terus makan darinya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekali-kali tidak! Katakanlah yang ketiga, Tuan guru.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga, kalau kamu ingin membuat dosa dan maksiat, janganlah kamu tinggal lagi di bumi Allah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu tersentak,&lt;br /&gt;“Bukankah semua tempat ini adalah milik Allah, Tuan guru? Bahkan, segenap planet, bintang dan langit adalah milikNya juga?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim bin Adham menjawab,&lt;br /&gt;“Kalau kamu pergi ke rumah sesaorang, numpang makan dari semua miliknya, adakah kamu tidak merasa malu untuk memperlekeh aturan-aturan tuan rumah itu sementara dia selalu tahu dan melihat apa yang kamu lakukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu kembali terdiam, air mata menetes perlahan dari kelopak matanya lalu berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah yang keempat, Tuan guru.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keempat, jika kamu masih ingin berbuat dosa dan maksiat, dan suatu saat malaikat maut datang untuk mencabut nyawamu sebelum kamu bertobat, tolaklah ia dan janganlah biarkan nyawamu dicabut.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin, Tuan guru? Bukankah tak seorang pun mampu menolak datangnya malaikat maut?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim bin adham menjawab,&lt;br /&gt;“Kalau kamu tahu begitu, mengapa masih mahu berbuat dosa dan maksiat? Tidakkah terpikir olehmu, jika suatu saat malaikat maut itu datang justru ketika kamu sedang mencuri, menipu, berzina dan melakukan dosa lainnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata menitis semakin deras dari kelopak mata orang tersebut, kemudian ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai tuan guru, katakanlah hal yang kelima.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelima, jika kamu masih akan berbuat dosa, dan tiba-tiba malaikat maut mencabut nyawamu justru ketika sedang melakukan dosa, maka janganlah terima jika malaikat Malik memasukkan mu ke dalam neraka. Mintalah kepadanya kesempatan hidup sekali lagi agar kamu bisa bertobat dan menambal dosa-dosamu itu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itupun berkata,&lt;br /&gt;“Bagaimana mungkin seseorang bisa minta kesempatan hidup lagi, Tuan guru? Bukankah hidup hanya sekali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim bin Adham pun lalu berkata,&lt;br /&gt;“Oleh kerana hidup hanya sekali anak muda, dan kita tak pernah tahu bila maut akan menjemput kita, sementara semua yang telah diperbuat pasti akan kita pertanggung jawabkan di akhirat kelak, apakah kita masih akan mensia siakan hidup ini hanya untuk menambah dosa dan maksiat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu pucat, dan dengan surau parau menahan ledakan tangis ia menhiba,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cukup, Tuan guru, aku tak sanggup lagi mendengarnya.”&lt;br /&gt;Lalu ia pun bangun dan pergi meninggalkan Ibrahim bin Adham. Dan sejak saat itu, orang-orang mengenalnya sebagai seorang ahli ibadah yang jauh dari perbuatan-perbuatan tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seburuk-buruk manusia, ia pasti memiliki jua sisi fitrah disana.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Faal hamahaa fujuurohaa wa taqwaahaa."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sehingga hidayah pun dapat turun kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Semoga Allah tak menutupi hati kita dari cahaya-Nya yang tak pernah padam..Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Copas dari sebuah notes inspiratif..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-1489609889179146255?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/1489609889179146255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/04/nasihat-5-hal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1489609889179146255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/1489609889179146255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/04/nasihat-5-hal.html' title='Nasihat 5 hal..'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-3278491256480228412</id><published>2010-04-05T12:02:00.001-07:00</published><updated>2010-04-05T12:03:08.065-07:00</updated><title type='text'>Peduli..</title><content type='html'>*Copas dari sebuah pemberitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Firdaus lahir dari dua orang tua yang kurang mampu, akan tetapi mereka adalah oang tua yang peduli akan dakwah islam. Orang tua dari Muhammad Firdaus ini adalah Irmayanti dan Suharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan sehari-hari Suharto adalah buruh dari usaha rumahan roti dan Irmayanti berprofesi sehari-hari sebagai guru. Mereka tinggal di RW 9 Kelurahan Mampang Kecamatan Pancoranmas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Firdaus lahir pada jumat 2 April 2010, dengan berat badan hanya 1,7kg. Ukuran yang sangat kecil untuk ukuran bayi yang seharusnya lahir minimal 3 kg.&lt;br /&gt;Kondisinya ternyata lebih memprihatinkan lagi setelah hasil cek up dokter yang nyatakan bahwa Muhammad Firdaus tidak memiliki lubang anus untuk buang air besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini si kecil Muhammad Firdaus menunggu uluran tangan kita yang peduli agar kondisinya lebih baik lagi sebagaimana bayi lainnya yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIAYA OPERASI DIBUTUHKAN KURANG LEBIH RP.15.000.000&lt;br /&gt;Mari ulurkan bantuan anda untuk Muhammad Firdaus.&lt;br /&gt;Bantuan dana bisa disalurkan melalui&lt;br /&gt;1. Bank Syariah Mandiri, No Rekening 0097032485&lt;br /&gt;2. BCA, No Rekening 7650328706&lt;br /&gt;Atas nama Bagus Asprianto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau silakan hubungi kami di 08179194441, 02194537928&lt;br /&gt;dan dana akan kami jemput.&lt;br /&gt;Terimakasih&lt;br /&gt;Jazakumullah Khairon Katsiron&lt;br /&gt;Wassalaam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-3278491256480228412?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/3278491256480228412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/04/peduli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/3278491256480228412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/3278491256480228412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/04/peduli.html' title='Peduli..'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-8298266392470857269</id><published>2010-03-23T09:48:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T09:50:45.946-07:00</updated><title type='text'>Adil,,itu lebih baik..!</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan sederhana terlintas di kepala saya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kenapa orang-orang masih banyak merasa gak aman di negeri ini ya?..Terorisme? Korupsi? Kejahatan kriminal dengan modus FB? Ah..Nggak usah jauh-jauh..Bahkan sekedar menaruh helm motor saat memarkir motor pun saya masih was-was.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat rasanya..Suatu hari Umar bin Abdul Aziz pernah diusulkan untuk membangun pagar yang tinggi demi keamanan oleh rakyatnya..Beliau menjawab : &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Bangunlah keadilan kau akan merasa aman. Sebab dengan bersikap demikian, seorang pemimpin telah memberikan hak-hak rakyatnya secara benar dan proporsional. Bila rakyat mendapatkan haknya maka otomatis kejahatan tidak ada. Bila kejahatan tidak ada maka akan tercapai rasa aman.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat rasanya jua pada riwayat kepemimpinan khalifah Umar bin Khattab..Tak pernah beliau merasakan nyenyak dalam tidurnya..Tidur siangnya bagaikan mengkhianati rakyatnya, maka malamnya bagaikan mengkhianati dirinya sendiri..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Lain nimtunnahaar dhayya’tur ra’iyyah, wa lain nimtullail dhayya’tu nafsii (jika aku tidur di siang hari aku telah mengkhianati rakyatku, dan jika aku tidur di malam hari, aku telah mengkhianati diriku sendiri”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang malam beliau selalu bersama rakyatnya..Paginya selalu ia sempatkan untuk membantu para janda berbelanja di pasar, Malamnya ia sempatkan pula untuk membantu para jompo untuk menyediakan makanan untuk mereka..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Umar, adalta fanimta (Umar, engkau telah berbuat adil, maka engkau enak tidur di mana-mana”).&lt;/span&gt; begitulah ungkapan salah seorang sahabat kepada beliau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adil lawan kata dari zhalim..Saat seorang tidak berbuat adil, maka logikanya ia telah berbuat zhalim..Pelaku kezhaliman menjerumuskannya pada lumpur dosa..Maka semakin jauh lah ia dari Allah SWT..Maka takkan bertakwa orang-orang yang jauh dari-Nya..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”I’diluu huwa aqrabu littaqwa (berbuatlah adil sesungguhnya ia lebih dekat kepada ketakwaan”). Al-Maidah:8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sejarah islam bercerita panjang tentang keadilan, maka realitas kadang berkata lain..Kezhaliman dibuatkan banyak alibi..Kedustaan dibungkus dengan alasan-alasan kemanusiaan..Dikemanakan komitmen itu? Komitmen untuk masuk ke dalam islam secara menyeluruh? Apakah nilai-nilai keadilan itu hanya dibuat terduduk diam di pojok-pojok masjid sedangkan di pasar-pasar, di sekolah, di kampus, di jalan, ia seolah tidak memiliki nyawa? Sungguh islam itu fitrah..Maka berislam itu adalah berbuat adil..Saat semua merasa diperlakukan adil, rasa aman menjadi menjadi bonus yang memang dicita-citakan sebagian kita..Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-8298266392470857269?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/8298266392470857269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/03/adilitu-lebih-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/8298266392470857269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/8298266392470857269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/03/adilitu-lebih-baik.html' title='Adil,,itu lebih baik..!'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-8665409621232583804</id><published>2010-03-12T11:31:00.000-08:00</published><updated>2010-03-26T22:01:27.535-07:00</updated><title type='text'>Bersabarlah, Karena UJIAN itu Gak Sepanjang Waktu!..:)</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik..&lt;br /&gt;Setiap punggawa dakwah memiliki cerita yang berbeda. Mengapa? Karena Allah menguji hambanya sesuai dengan kadar kemampuannya masing-masing..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada seorang ikhwan. Dia bercerita, ketika menikah langsung berpisah dari kedua orang tua masing-masing, untuk belajar hidup mandiri atau alasan lain, seperti mencari suasana yang kondusif bagi pemeliharaan iman menurut persepsi mereka waktu itu. Mereka mengontrak rumah petak sederhana. "Begitu harus berangkat (baca: berdakwah) mendung menggantung di wajah pengantinku tercinta", tuturnya. Dia tidak keluar melepas sang suami tetapi menangis sedih dan bingung, seakan doktrin da’wah telah mengelupas. Kala itu jarang da’i dan murabbi yang pulang malam apalagi petang hari, karena mereka biasa pulang pagi hari. Perangpun mulai berkecamuk dihati, seperti Juraij sang abid yang kebingungan karena kekhususan ibadah (sunnah) nya terusik panggilan ibu. "Ummi au shalati : Ibuku atau shalatku?" Sekarang yang membingungkan justru "Zauji au da’wati" : Isteriku atau da’wahku ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mulai gundah, kalau berangkat istri cemberut, padahal sudah tahu nikah dengannya risikonya tidak dapat pulang malam tapi biasanya pulang pagi, menurut bahasa Indonesia kontemporer untuk jam diatas 24.00. Dia katakan pada istrinya : "Kita ini dipertemukan oleh Allah dan kita menemukan cinta dalam da’wah. Apa pantas sesudah da’wah mempertemukan kita lalu kita meninggalkan da’wah. Saya cinta kamu dan kamu cinta saya tapi kita pun cinta Allah". Dia pergi menerobos segala hambatan dan pulang masih menemukan sang permaisuri dengan wajah masih mendung, namun membaik setelah beberapa hari. Beberapa tahun kemudian setelah beranak tiga atau empat, saat kelesuan menerpanya, justru istri dan anak-anaknyalah yang mengingatkan, mengapa tidak berangkat dan tetap tinggal dirumah? Sekarang ini keluarga da’wah tersebut sudah menikmati berkah da’wah.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan cerita berikut.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pengantinnya tidak siap ditinggalkan untuk da’wah. Perang bathin terjadi dan malam itu ia absen dalam pertemuan halaqah. Dilakukan muhasabah terhadapnya sampai menangis-menangis, ia sudah kalah oleh penyakit "syaghalatna amwaluna waahluna : kami telah dilalaikan oleh harta dan keluarga" (Qs. 48:11). Ia berjanji pada dirinya : "Meskipun terjadi hujan, petir dan gempa saya harus hadir dalam tugas-tugas da’wah". Pada giliran berangkat keesokan harinya ada ketukan kecil dipintu, ternyata mertua datang. "Wah ia yang sudah memberikan putrinya kepadaku, bagaimana mungkin kutinggalkan?". Maka ia pun absen lagi dan dimuhasabah lagi sampai dan menangis-nangis lagi. Saat tugas da'wah besok apapun yang terjadi, mau hujan, badai, mertua datang dll pokoknya saya harus datang. Dan begitu pula ketika harus berangkat ternyata ujian dan cobaan datang kembali dan ia pun tak hadir lagi dalam tugas-tugas dakwah. Sampai hari ini pun saya melihat jenis ikhwan tersebut belum memiliki komitmen dan disiplin yang baik. Tidak pernah merasakan memiliki kelezatan duduk cukup lama dalam forum da’wah, baik halaqah, ta'lim atau pun musyawarah yang keseluruhannya penuh berkah. Sebenarnya adakah pertemuan-pertemuan yang lebih lezat selain pertemuan-pertemuan yang dihadiri oleh saudara-saudara berwajah jernih berhati ikhlas?.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Al A'raf ayat 163, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tanyakan pada mereka tentang negeri di tepi pantai, ketika mereka melampaui batas aturan Allah di (tentang) hari Sabtu, ketika ikan-ikan buruan mereka datang melimpah-limpah pada Sabtu dan di hari mereka tidak bersabtu ikan-ikan itu tiada datang. Demikianlah kami uji mereka karena kefasikan mereka&lt;/span&gt;", secara langsung Allah memerintahkan kita dalam sikap amar ma'ruf nahi munkar. Namun ada kemiripan konten ayat ini dengan kisah di atas. Ini adalah hakikat ujian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar atau tidak, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Allah telah menguji hamba-Nya mulai dari titik yang terlemah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Demikian kami uji mereka karena kefasikan mereka.&lt;/span&gt;". Ini kuncinya. Saat mereka bermalas-malasan beribadah pada hari Sabtu, ternyata ikan-ikan banyak berdatangan..Saat seorang ikhwan (saudara laki-laki) tadi telah mengazamkan diri untuk berangkat liqo, saat itu pula istri dan mertua nya berturut-turut seolah "menyibukkan" nya..Saat kita tidak pandai dalam mengelola waktu, bisa jadi kita diuji dalam waktu senggang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, ada satu hal pula yang mungkin sering terlupakan. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Waktu ujian tidak pernah lebih lama dari waktu belajar kita&lt;/span&gt;. Namun jarang kita bersabar terhadap ujian itu, seakan ujian itu sepanjang waktu lamanya. Titik terlemah itu hanya muncul sewaktu, tidak terus-menerus. Pernahkah kita menyadari kalau tidak ada sekolah yang mengadakan masa ujian yang lebih lama dari masa kegiatan belajar-mengajarnya?..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari sekarang, cermatilah titik terlemah kita.."Pertarungan" itu bisa jadi hanya muncul satu dua kali, selanjutnya adalah kenikmatan..Meski tidak melupakan bahwa kenikmatan juga merupakan bentuk ujian..&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya Kesabaran itu ada pada benturan yang pertama&lt;/span&gt;.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-8665409621232583804?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/8665409621232583804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/03/bismillah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/8665409621232583804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/8665409621232583804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/03/bismillah.html' title='Bersabarlah, Karena UJIAN itu Gak Sepanjang Waktu!..:)'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-3905142569769052149</id><published>2010-02-26T01:13:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T01:15:28.794-08:00</updated><title type='text'>Cerita Sang Pahlawan</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabiyah...&lt;br /&gt;Ada sebuah kumpulan cerita. Cerita yang satu ini sangat berbeda dengan cerita-cerita yang lainnya. Cerita ini selalu mengisahkan pribadi yang tidak pernah bersikap antagonistik bagi umatnya. Bukan layaknya cerita pendek ataupun novel yang hanya bertemakan cinta yang jauh dari hakiki nya. Bukan pula cerita action ataupun cerita heroik yang hanya mempertontonkan kegagahan sang pahlawan. Cerita ini dahsyat, sedahsyat yang selalu diceritakannya. Cerita ini juga sederhana, sesederhana sikap yang selalu beliau perlihatkan. Cerita ini bermakna, sehikmah apa yang selalu dibawanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah pribadi paripurna yang Allah ciptakan, Rasulullah SAW. Dialah yang menjadi tokoh utama dalam cerita tersebut. Dialah tokoh peradaban umat terbaik di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh berbuat yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah..." Q.S Ali Imran :110&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, cerita ini berbeda dengan cerita-cerita lainnya. Saat kita membaca cerita ini, kita dituntut untuk memahami dan mempelajari apa-apa yang ada di dalamnya, bukan hanya sekedar tahu. Mengapa? Karena bisa jadi, kesuksesan dan kejayaan yang terjadi dalam cerita tersebut bisa kita ulang kembali masa kini. Model kepemimpinan umat yang ada di dalamnya, dapat pula kita contoh dan terapkan. Kepribadian paripurna nya pun, sungguh, dapat kita teladani. Sehingga tidak akan ada lagi figur-figur keliru yang kita ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah." Q.S Al Ahzab: 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih belumkah kita mulai mempelajari cerita itu? Masih ragu kah kita bahwa bisa jadi cerita tersebut menjadi solusi kehidupan kita masa kini? Atau memang belum resah kah kita dengan masalah-masalah umat ini? Atau bahkan, masih banggakah kita dengan figur-figur kebanyakan umat saat ini?&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S4eREjbuHrI/AAAAAAAAAFQ/ixEngR7YB88/s1600-h/muhammad1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 310px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S4eREjbuHrI/AAAAAAAAAFQ/ixEngR7YB88/s320/muhammad1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442478182117547698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-3905142569769052149?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/3905142569769052149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/02/cerita-sang-pahlawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/3905142569769052149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/3905142569769052149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/02/cerita-sang-pahlawan.html' title='Cerita Sang Pahlawan'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S4eREjbuHrI/AAAAAAAAAFQ/ixEngR7YB88/s72-c/muhammad1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-5492588133783592103</id><published>2010-02-25T15:11:00.001-08:00</published><updated>2010-02-25T15:11:40.972-08:00</updated><title type='text'>Sa'ad bin Abi Waqash</title><content type='html'>Oleh: K.H. Athian Ali M. Da'i, MA (Lembar Kajian Syakhshiyyah Islamiyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Sa'ad dikenal dengan julukan "Singa Yang Suka Menyembunyikan Kukunya". Dikatakan "Suka Menyembunyikan Kukunya" karena memang sikap dan karakter sahabat Rasul yang satu ini orangnya sangat rendah hatl, tidak sombong. Julukan "Singa" digambarkan sebagai orang yang gagah berani dan menakutkan. Sifat "Singa" Sa'ad akan muncul manakala hak-hak Allah mulai diabaikan, dilecehkan atau diinjak-injak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah sahabat yang satu ini muncul ketika umat Islam pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khatthab sedang mengalami kekalahan dalam perang menghadapi pasukan orang-orang musyrikin, konon saat itu umat Islam yang gugur sebagai syuhada sebanyak 4 ribu orang. Menyikapi situasi dan kondisi yang demikian, di hadapan umat, Amirul Mukminin Umar bin Khatthab menyatakan siap akan berangkat sebagai panglima perang dan telah siap pula meninggalkan Medinah serta beliau pun sudah melimpahkan sementara kepemimpinan kekhalifahan kepada Ali bin Abi Thalib ra. Tapi, belum lagi Umar meninggalkan kota Medinah, beliau sudah diminta oleh para sahabat untuk kembali karena para sahabat di samping mengkhawatirkan atas keselamatannya, beliau pun masih sangat dibutuhkan menjadi khalifah. Yang paling kuat meminta beliau kembali adalah Abdurrahman bin Aufra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi hal tersebut, Umar tidak begitu saja mau menerima usulan dari sebagian sahabat dan beliau pun meminta agar hal ini diputuskan dalam sebuah musyawarah. Hal ini menjadi satu pelajaran yang berharga bagi kita, bahwa di dalam Islam kita diperintahkan bermusyawarah untuk mufakat dalam berbagai bidang kehidupan. Allah SWT berfirman: "Bermusyawarahlah kalian dalam menetapkan suatu perkara" (QS. Ali Imran, 3:159). Juga dalam firman-Nya: "Dan perkara mereka itu harus diselesaikan secara musyawarah di antara mereka" (QS. Asy Syuuraa, 42:38). Dalam proses musyawarah ini tentu semua akan melihat masalah itu sesuai dengan aturan Allah untuk kemaslahatan Islam dan ummat Islam. Hal ini yang membedakan dengan sistim demokrasi yang mengambil keputusan dengan suara terbanyak, tapi dalam Islam yang diambil adalah yang benar walaupun jumlah suara sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hasil musyawarah para sahabat sepakat kepada usulan Abdurrahman bin Auf bahwa hendaknya niat Umar untuk memimpin langsung perang dibatalkan demi kelancaran pelaksanaan kekhalifahan. Umar pun menyepakatinya. Lalu siapa yang akan menjadi panglima perang kalau bukan saya, tanya Umar. Maka para sahabat pun merenung hingga kemudian Abdurrahman bin Auf &lt;br /&gt;memberanikan diri mengangkat tangannya untuk sekadar bisa menunjukkan siapa sebagai calon panglima penggantinya. Kata Abdurrahman: "Saya sangat yakin betul dengan yang bersangkutan yaitu Sa'ad bin Malik az-Zuhri (Sa'ad bin Abi Waqqash). Maka sepakatlah para sahabat begitu nama Sa'ad dimunculkan sebagai panglima perang, karena para sahabat memandang bahwa beliaulah yang paling tepat untuk memikul amanah yang berat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Sa'ad dan apa latar belakang para sahabat berani mengusulkan beliau menjadi panglima perang? Sahabat yang mendapat julukan "Singa Yang Suka Menyembunyikan Kukunya" ini adalah seorang yang masuk Islam dalam usia yang sangat muda, 17 tahun. Para ahli sejarah mengatakan bahwa dialah orang ketiga yang masuk Islam, namun saat itu masih secara diam-diam. Banyak keistimewaan dari sahabat Rasul yang satu ini hingga para sahabat berani mengusulkan menjadi panglima perang. Dua keistimewaan yang sangat menonjol, pertama, dalam perang beliau sering disebut "Singa" karena dia dikenal pemberani, selalu berada di garda terdepan dalam kancah peperangan. Di Perang Badar, dia menjadi orang yang paling pertama maju di paling depan dan paling pertama melemparkan panahnya dan paling pertama pula dia terkena panah. Beliau terkenal dengan akurasi memanahnya sehinga nyaris panahnya tidak pernah meleset, selalu mengenai sasaran. Keistimewaan yang kedua, dia dikenal oleh para sahabat menjadi orang satu-satunya yang pernah dijaminkan oleh Rasul atas nama ayah dan ibunya. Dalam Perang Uhud, Rasul mengatakan: "Lemparkan panahmu hai Sa'ad, jaminanmu ayah dan ibuku". Dan berkata pula Ali bin Abi Thalib: "Saya belum pernah sekalipun mendengar Rasul menjaminkan kedua orangtuanya kecuali kepada Sa'ad", saya mendengar itu pada saat Perang Uhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dua keistimewaan yang dimiliki, Sa'ad juga memiliki dua senjata yang sangat luar biasa. Pertama, sasaran panahnya yang nyaris tidak pernah meleset. Kedua, doanya yang selalu dikabul oleh Allah. Dua senjata ini berkaitan dengan doa Rasul khusus untuk Sa'ad, di mana dalam sebuah hadits diriwayatkan Rasul pernah berdoa memohon kepada Allah SWT: "Ya Allah, tepatkanlah bidikan panah Sa'ad dan kabulkanlah segala doanya". Maka para sahabat pun yakin bahwa doa Sa'ad selalu makbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah yang diriwayatkan oleh 'Amir bin Sa'ad, di mana dia berkata sesuatu ketika Sa'ad melihat seorang laki-laki mencaci maki Ali, Thalhah dan Zubair. Melihat kejadian tersebut Sa'ad berupaya mengingatkan yang bersangkutan untuk menghentikan caciannya, tetapi tetap saja yang bersangkutan tidak mau berhenti mencaci. Maka Sa'ad berkata: "Kalau begitu saya akan berdoa kepada Allah untukmu". Jawab laki-laki: "Saya melihat engkau mulai mengancam saya, seolah-olah engkau seorang nabi". Maka Sa'ad pun kemudian pergi meninggalkan yang bersangkutan, beliau mengambil air wudhu lalu shalat sunnah dua rakaat, Usai shalat, beliau mengulurkan kedua tangannnya sambil berdoa: Ya Allah sesunguhnya Engkau Maha tahu bahwa laki-laki ini telah mencaci maki orang-orang shaleh yang Engkau ketahui keshalehannya, maka berilah dia pelajaran jika itu akan baik baginya dan berikanlah tanda bahwa dia sudah mendapat pelajaran dari-Mu". Selesai beliau berdoa tidak berapa lama kemudian tiba-tiba keluar dari sebuah tempat seekor unta liar yang kelihatannya sedang mencari sesuatu, lalu ditabraknya laki-laki tersebut sampai dia jatuh di kaki unta itu dan si unta tidak pernah berhenti kecuali menginjak dirinya sampai akhirnya matilah laki-laki itu seketika!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pelajaran berharga dapat dipetik hikmahnya bagi kita tentang doa Rasul terhadap Sa'ad, apakah cukup dengan doa Nabi saja seseorang akan menjadi orang yang seperti Sa'ad yang didoakan oleh Rasul? Tentu tidak! Karena Rasul pun mendoakan pamannya, Abu Thalib untuk mendapat hidayah ternyata hingga akhir hayatnya tidak dapat juga hidayah. Perlu digarisbawahi bahwa antara doa dengan usaha itu harus selalu menyatu. Oleh karena keshalehan Sa'ad maka bernilailah doa Rasul. Dan, yakinilah bahwa sebenarnya doa setiap orang yang shaleh pasti dikabul oleh Allah (QS. Al Baqarah, 2:186). Yang menjadikan doa Sa'ad makbul karena jangankan yang haram yang subhat pun beliau tidak mau memakan dan meminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita cermati, erat sekali kaitan doa dengan makan minum yang haram. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: "Sesunggguhnya Allah Maha baik dan tidak mengabulkan (menerima) kecuali yang baik-baik. Allah menyuruh orang mu'min sebagaimana Dia menyuruh kepada para rasul, seperti firman-Nya dalam suratAI Mu'minun ayat 51: "Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan-makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang shaleh". Allah juga berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 172: "Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari yang baik-baik yang Kami rezekikan kepada kalian dan bersyukurlah". Kemudian Rasulullah menyebut seorang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan wajahnya kotor penuh debu menadahkan tangannya ke langit seraya berseru: "Ya Rabbku, Ya Rabbku", sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dia diberi makan dari yang haram pula. Jika begitu bagaimana Allah akan mengabulkan doanya?"(HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa'ad bin Abi Waqqash adalah orang yang sangat kaya, ketika Haji Wada' beliau sempat sakit dan dijenguk Rasulullah. Saat dijenguk beliau berkata kepada Rasul: Ya Rasulullah, saya dikarunia Allah banyak harta, dan tidak ada ahli warisku kecuali seorang anak wanita. Bolehkah saya bersedekah dengan dua pertiga harta saya? Nabi berkata: Tidak! Maka Sa'ad berkata: Bagaimana kalau setengahnya? Jawab Nabi: Tidak! Sa'ad berkata lagi: Bagaimana kalau sepertiganya? "Silakan" kata Rasul, sepertiga itu pun sudah cukup banyak. Jangan biarkan keluargamu dalam kondisi miskin dan meminta-minta kepada orang lain. Dan setiap nafkah yang kamu keluarkan dengan mengharap keridhaan Allah, pastilah akan diberi ganjaran bahkan walau sesuap makanan yang anda taruh di mulut istrimu" (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa'ad juga terkenal orang yang sangat takut kepada Allah. Beliau sering menangis jika mendengar khutbah Rasul. Suatu saat Rasulullah sedang berkumpul dengan para sahabat di sebuah majelis, tiba-tiba Rasul mengatakan: "Sebentar lagi akan muncul di hadapan kalian seorang laki-laki penduduk surga". Tak lama kemudian, muncullah Sa'ad bin Abi Waqqash. Di antara sahabat yang penasaran ingin sekali mengetahui tentang ibadah apa saja yang dilakukan Sa'ad sehingga menjadi penduduk syurga adalah Abdullah bin 'Amr bin 'Ash, hingga akhirnya Abdullah memutuskan untuk bermalam di rumah Sa'ad. Selama tiga malam di rumah Sa'ad, ternyata Abdullah tidak melihat ibadah khusus yang dilakukan Sa'ad, yang pada akhirnya Abdullah memberanikan diri mengatakan kepada Sa'ad seperti yang dikatakan Rasul. Sa'ad berkata: "Tak lebih dari amal ibadah yang biasa kita kerjakan, hanya saja saya tidak pernah menaruh dendam atau niat jahat terhadap seorang pun di antara kaum muslimin!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah yang tak kalah menariknya untuk kita ambil hikmahnya kisah masuknya Sa'ad dalam pelukan Islam adalah tatkala Ibundanya gagal total menghalangi putranya untuk memeluk Agama Allah. Langkah terakhir ibundanya untuk dapat meluluhkan hati putranya untuk mau kembali ke ajaran nenek moyangnya dengan jalan mogok makan dan minum hingga berakibat dirinya dalam kondisi kritis. Saat ibundanya dalam kondisi kritis, dipanggillah Sa'ad untuk melihat kondisi ibundanya. Keteguhan keimanan Saad kepada Allah dan Rasul-Nya tak pernah lentur dan luntur, lalu didekatkannya wajahnya ke wajah ibunya dan dikatakan dengan suara keras: "Demi Allah, ketahuilah wahai bunda, seandainya bunda memiliki seratus nyawa, lalu ia keluar satu per satu, tidaklah aku akan meninggalkan Agama ini walau ditebus dengan apa pun juga! Maka terserah kepada ibu, apakah ibu akan makan atau tidak! Maka hal ini menjadi asbabun nuzul (turunnya ayat 15 QS. Luqman): "Dan apabila keduanya memaksamu supaya menyekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada bagimu ilmu tentang itu, maka Jangan engkau patuhi mereka dan pergaulilah mereka dengan baik di dunia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa panjang lebar jika kita mau mengungkap tuntas kisah hidup para sahabat Rasul tak terkecuali pula Sa'ad bin Abi Waqqash. Akhir kisahnya, saat-saat menjelang beliau menghadap ke haribaan-Nya pada usia lebih dari 80 tahun, tatkala menjelang ajalnya, beliau memberi isyarat ke arah peti simpanannya yang berisi sehelai kain yang telah lapuk dan usang. Diingatkanlah keluarganya untuk mengkafani mayatnya nanti dengan kain tersebut sambil beliau mengatakan: "Telah kuhadapi orang-orang musyrik waktu Perang Badar dengan memakai kain itu dan telah kusimpan ia sekian lama untuk keperluan seperti pada hari ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpulanglah beliau memenuhi panggilan-Nya dengan penuh rahmat dan ampunan-Nya untuk menerima janji Allah lewat Rasul-Nya sebagai penduduk Syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-5492588133783592103?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/5492588133783592103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/02/saad-bin-abi-waqash.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/5492588133783592103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/5492588133783592103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/02/saad-bin-abi-waqash.html' title='Sa&apos;ad bin Abi Waqash'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-8030418657463761872</id><published>2010-02-05T07:42:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T08:01:45.840-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>" &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri &lt;br /&gt;Aral menghadang dan kedzaliman yang akan kami hadapi &lt;br /&gt;Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati &lt;br /&gt;Jasad ini , darah ini sepenuh ridho Ilahi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami adalah panah-panah terbujur &lt;br /&gt;Yang siap dilepaskan dari busur &lt;br /&gt;Tuju sasaran , siapapun pemanahnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami adalah pedang-pedang terhunus &lt;br /&gt;Yang siap terayun menebas musuh &lt;br /&gt;Tiada peduli siapapun pemegangnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan ikhlas di hati tuk hanya Ridho Ilahi, Robbi... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri &lt;br /&gt;Aral menghadang dan kedzaliman yang kan kami hadapi &lt;br /&gt;Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati &lt;br /&gt;Jasad ini, darah ini sepenuh ridho Ilahi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami adalah tombak-tombak berjajar &lt;br /&gt;Yang siap dilontarkan dan menghujam &lt;br /&gt;Menembus dada lantakkan keangkuhan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami adalah butir-butir peluru &lt;br /&gt;Yang siap ditembakkan dan melaju &lt;br /&gt;Dan mengoyak, menumbang kezaliman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi, Robbi... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri &lt;br /&gt;Aral menghadang dan kedzaliman yang kan kami hadapi &lt;br /&gt;Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati &lt;br /&gt;Jasad ini , darah ini sepenuh ridho Ilahi&lt;br /&gt;Kami adalah mata pena yang tajam &lt;br /&gt;Yang siap menuliskan kebenaran &lt;br /&gt;Tanpa ragu ungkapkan keadilan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pisau belati yang selalu tajam &lt;br /&gt;Bak kesabaran yang tak pernah padam &lt;br /&gt;Tuk arungi dakwah ini jalan panjang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi, Robbi...&lt;/span&gt;"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-8030418657463761872?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/8030418657463761872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/02/kami-sadari-jalan-ini-kan-penuh-onak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/8030418657463761872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/8030418657463761872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/02/kami-sadari-jalan-ini-kan-penuh-onak.html' title=''/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-6482960131088418834</id><published>2010-01-22T08:37:00.000-08:00</published><updated>2010-01-22T08:44:40.305-08:00</updated><title type='text'>"Barang" Mukmin yang Hilang...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S1nVEh8ATxI/AAAAAAAAAFA/RndAA_Wc8s0/s1600-h/Picture1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 242px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S1nVEh8ATxI/AAAAAAAAAFA/RndAA_Wc8s0/s320/Picture1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429605099578085138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillah…&lt;br /&gt;Ada hal yang pernah (pula) saya dapat di mentoring…(promosi mentoring...^0^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman2 tahu IPM (Index Pembangunan Manusia)? Ya, itu adalah salah satu indikator yang saat ini menjadi rujukan oleh negara-negara di dunia untuk menentukan kemajuan SDM negaranya. Ada 3 aspek yg diukur disana: kesehatan, pendidikan, daya pendapatan (ekonomi). Secara logika, indikator ini memang selintas dapat diterima. Dari sisi kesehatan dan pendidikan misalnya, statusnya yang baik mungkin akan mendukung daya produktif masyarakatnya itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, mungkin memang tidak ada yang sempurna. Dapat kita perhatikan bahwa dengan tinggi nya status kesehatan, majunya teknologi pendidikan, dan sehatnya perekonomian suatu negara, tidak ada negara yang tidak terdapat konflik disana. Contoh ekstreme nya adalah krisis ekonomi yang baru-baru ini banyak melanda negara-negara yang banyak diantara kita anggap "maju". Jadi, adakah yang salah dari indikator tersebut?Ada. Mereka belum “lengkap”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajarkan orang mukmin untuk mencari “barang” nya yang hilang, hikmah, karena ia lebih berhak dengannya. Dalam surat Al Imron ayat 190-191 pun dijelaskan bahwa Allah meminta hamba-Nya memikirkan semua penciptaan-Nya dalam kondisi apapun, menggunakan aktivitas hati dan akalnya, untuk menemukan hikmah itu. Mungkin itulah mengapa islam bersifat Universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan IPM itu, rasulullah SAW pun sudah pernah mengajarkannya. Dalam doa keselamatan kita selalu meminta pada Allah:&lt;br /&gt;1. Diselamatkan agamanya (salaamatan fiddiin)&lt;br /&gt;2. Disehatkan jasmaninya = kesehatan&lt;br /&gt;3. Bertambahnya ilmu = pendidikan&lt;br /&gt;4. Berkahnya rizki = ekonomi&lt;br /&gt;5. Taubatnya sebelum maut (taubatan qobla almaut)…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 hal yang memang (ternyata) terabaikan untuk dilengkapkan dalam IPM itu sendiri, Selamatnya agama dan taubatnya sebelum maut. Mungkin inilah yg membuat negara maju sekalipun tidak akan pernah terlepas dari krisis. Saat suatu negara dikatakan berpendidikan, sudahkah ilmunya ia tambah untuk kebaikan? Saat suatu negara dikatakan pula memiliki perekonomian yang kuat, berkahkah ia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ada satu hal yang (memang) harus dibangun dari awal, penyelematan agama. Saat akidahnya sudah murni, sehatlah hatinya. Saat hati sehat, sehatlah pikiran dan raganya. Mampulah ia untuk menambah ilmu dari-Nya. Maka takutlah ia mengambil sesuatu yang tidak berkah. Saat itu terjadi, bertaubatlah ia segera. Saat itulah, seseorang baru dapat dikatakan MAJU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apakah mentoring ini hanya mengajarkan bagaimana membaguskan membaca al quran saja?Saya rasa tidak. :)&lt;br /&gt;Wallahualam.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S1nVdPnR5WI/AAAAAAAAAFI/ytMBpSyhdSs/s1600-h/tarbiyah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S1nVdPnR5WI/AAAAAAAAAFI/ytMBpSyhdSs/s320/tarbiyah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429605524156048738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-6482960131088418834?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/6482960131088418834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/01/barang-mukmin-yang-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6482960131088418834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6482960131088418834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/01/barang-mukmin-yang-hilang.html' title='&quot;Barang&quot; Mukmin yang Hilang...'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S1nVEh8ATxI/AAAAAAAAAFA/RndAA_Wc8s0/s72-c/Picture1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-2975914844973487632</id><published>2010-01-12T09:28:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T09:37:02.704-08:00</updated><title type='text'>Ihsan...Do the best of you!</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S0yzAiuEi0I/AAAAAAAAAE4/tTxAB7U1TdE/s1600-h/Tulip_by_mrb24.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 222px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S0yzAiuEi0I/AAAAAAAAAE4/tTxAB7U1TdE/s320/Tulip_by_mrb24.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425908472976018242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;hanya mencoba mengingat-ingat materi mentoring yang pernah saya berikan kepada adik-adik mentorku dulu...:)&lt;br /&gt;tentang sebuah istilah yang memang asal katanya berasal dari bahasa arab, "ihsan", yang artinya berbuat baik. Sebuah kata kerja yang berulang kali Allah katakan dalam Al Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Dan berbuat baiklah kalian karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (al-Baqarah:195)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri…” (al-Isra’: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) seperti halnya Allah berbuat baik terhadapmu….” (al-Qashash:77)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk berbuat adil dan kebaikan….”(an-Nahl: 90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam sebuah hadits, saat malaikat Jibril mendatangi rasulullah dan bertanya kepada beliau tentang islam, iman, dan IHSAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa itu ihsan?", rasul menjawab, "Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihsan adalah puncak prestasi ibadah dan akhlak yang senantiasa menjadi target seluruh hamba Allah SWT. Sebab ihsan menjadikan kita sosok yang mendapatkan kemuliaan dari-Nya. Mendapatkan posisi yang paling terhormat dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihsan itu sendiri dapat dianalogikan sebagai suatu komponen dalam tegaknya suatu bangunan. Bersama dengan iman, sebagai "pondasi" nya, islam sebagai "tiang penyokong" nya, ihsan dapat dikiaskan sebagai "atap" dalam bangunan tersebut. Sebuah atap yang kiranya dapat melindungi semua komponen-komponen yang ada di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan makna ihsan sebenarnya, karena ia menjadi pemelihara amal-amal kita agar tetap berkualitas dan kontinyu, layaknya atap yang menjaga agar dinding dan seisinya itu tetap utuh terjaga. Ya, terjaga. Karena ihsan mengingatkan kita pula bahwa segala amal kita ada yang "melihat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaca pada diri kita, sudahkah belajar-belajar kita, kerja-kerja kita, amalan-amalan ibadah kita, bahkan niat-niat kita, adalah yang terbaik dari kita? Atau apakah kita masih lebih sering mengeluhkan pada keterbatasan kita sehingga menjadi alasan untuk tidak memberikan yang terbaik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia hidup pada keterbatasan. Tetapi bukankah selalu ada capaian maksimum dalam keterbatasan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahua'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-2975914844973487632?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/2975914844973487632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/01/ihsando-best-of-you.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2975914844973487632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2975914844973487632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/01/ihsando-best-of-you.html' title='Ihsan...Do the best of you!'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/S0yzAiuEi0I/AAAAAAAAAE4/tTxAB7U1TdE/s72-c/Tulip_by_mrb24.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-8752240575218194043</id><published>2010-01-05T06:35:00.000-08:00</published><updated>2010-01-05T06:40:38.615-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Membangun Butir-Butir Kekuatan Bangsa Palestina dengan Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Generasi pembelajar. Suatu generasi dimana para pelaku generasi tersebut memiliki suatu karakteristik yang khas, aktif dalam belajar dan mengajarkan. Suatu generasi yang juga akan melahirkan generasi baru yang lebih cerdas dan intelek. Generasi yang akan menjadi pusat peradaban dunia yang lebih baik. Penulis yakin bahwa tidak ada satupun bangsa yang ada di alam raya ini yang tidak ingin mencetak generasi semacam itu. Semua bangsa berhak atas cita-cita itu.&lt;br /&gt;Namun, hal itu menjadi pengecualian pada saudara-saudara kita yang ada di Palestina saat ini. Pengecualian di sini bukan berarti bangsa Palestina tidak berkeinginan untuk mencetak generasi tersebut. Ada suatu “kelompok” yang tidak segan –segan, di hadapan dunia saat ini, untuk “membunuh” hak bangsa yang berada di Timur Tengah ini. ”Kelompok” itu telah menghilangkan salah satu hak yang ada dari sebuah bangsa. Hak dalam hal kemerdekaan untuk mendapatkan pendidikan. Hak pendidikan untuk bangsa Palestina. Dan “kelompok” tersebut mengatasnamakan dirinya, Zionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data mencatat bahwa “kelompok” tersebut telah banyak melakukan pelanggaran dalam hal pendidikan, khususnya di jalur Gaza. Di antaranya adalah penutupan jalur lintasan dan embargo ekonomi yang menyebabkan siswa-siswa yang ingin belajar ke luar negeri tidak dapat melanjutkan studi mereka. Hal ini juga menginformasikan bahwa ternyata sekitar 1.200 siswa Palestina yang telah menyelesaikan studi di SMU terancam tidak dapat melanjutkan pendidikannya akibat embargo kebutuhan-kebutuhan fasilitas pendidikan ke daerah sana. Penulis tak menampik bahwa Zionis menginginkan bangsa Palestina menjadi negara penghasil generasi yang bodoh. Generasi yang kehilangan identitasnya. Namun sayang, tidak banyak orang mengetahui hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, data telah mencatat pula bahwa pada bagian tepi barat Palestina telah dibangun tembok pemisah yang menyebabkan pengisolasian penduduk di sana, Sekitar 89.500 penduduk tepi barat terisolasi di dalamnya. Hal ini kembali menginformasikan kepada kita bahwa ternyata “kelompok” tersebut ingin menghapus para calon generasi intelek bangsa Palestina dengan cara yang seperti kita telah ketahui bahwa ini merupakan pelanggaran dari segi pendidikan, ekonomi, ataupun sosial. Namun sayang, sekali lagi, tidak banyak orang mengetahui hal ini. Hanya sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data-data di atas, kita dapat membuat satu simpulan (sementara).  Kesimpulan ini didasarkan pada fakta bahwa ternyata informasi-informasi mengenai hal yang telah terjadi seperti yang penulis telah sebutkan di atas tidak banyak diketahui oleh orang banyak. Satu permasalahan krusial yang dapat penulis tarik dari sana, media informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu peran sentral yang dimiliki media informasi dalam pembangunan suatu bangsa adalah sebagai jalan pembuka wawasan dan pengetahuan dari dalam maupun ke luar bangsa tersebut. Penulis mengambil urutan dari dalam terlebih dahulu, setelah itu dari luar. Alasannya adalah suatu bangsa akan lebih maju apabila ia mau membuka diri terlebih dahulu, menunjukkan eksistensinya dan membuktikan bahwa bangsa tersebut pantas dipandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada bangsa Palestina di mana informasi terasa “buta” di sana, kondisi ini memperlihatkan bahwa media mengambil peran signifikan. Seharusnya, dengan media yang optimal dalam peredarannya, segala informasi tentang segala hal yang terjadi di sana dapat direspon cepat oleh dunia internasional. Segala penerangan yang bersifat emergensi dapat dicegah komplikasinya. Termasuk di dalamnya adalah kondisi pendidikan di sana yang dapat dikategorikan dalam keadaan kritis. Kondisi di mana dibutuhkannya resusitasi sumber daya pendidikan. Ini termasuk guru, buku sekolah, kapur, papan tulis, bahkan sampai gedung sekolahnya sendiri. Miris memang. Tidak akan ada yang tidak peduli apabila seluruh dunia “mendengar” nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan Tetapi, keadaan seperti itu bukanlah untuk kita pandang pesimis. Harus optimis. Harus tergerak. Pun bergerak dalam kerja nyata mengulurkan segala daya kita dalam kerja membangun. Solusi yang dapat kita berikan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menganalisis kebutuhan-kebutuhan mereka dalam pendidikan khususnya&lt;br /&gt;2. Menganalisis pihak-pihak terkait yang ada di sana&lt;br /&gt;3. Merunut masalah-masalah prioritas berdasarkan waktunya&lt;br /&gt;4. Mempertimbangkan variabel-variabel yang akan mempengaruhinya&lt;br /&gt;5. Memutuskan amal-amal yang akan dilakukan seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Memperkuat media informasi dengan membangun dan mengoptimalkan pusat penerangan Palestina ke negara kita dalam bentuk website, media cetak, dengan konten yang ada dalam analisis sebelumnya menggunakan media yang setidaknya mudah diakses oleh rakyat Indonesia&lt;br /&gt;b. Mengoptimalkan kerja sama lembaga-lembaga islam Indonesia di dalamnya&lt;br /&gt;c. Membuat propaganda besar dalam bentuk PIN, artikel, kaos, jaket, ataupun dalam jaringan sosial seperti blog, facebook, friendster, twitter, dengan tetap mencantumkan ke-Indonesia-an nya agar terlihat lebih akrab dilihat&lt;br /&gt;d. Menyediakan bantuan materi dan siap melayani pendistribusiannya agar mudah dikumpulkan&lt;br /&gt;e. Membentuk opini positif publik dengan membantah paradigma “Toh negara kita sendiri belum terurus kok capek-capek bantuin negara lain.”&lt;br /&gt;f. Dilakukan dalam kerja kelompok yang profesional&lt;br /&gt;g. Berdoa selalu kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam ikhtiar kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancangan solusi di atas bukan merupakan hal yang tidak mungkin kita lakukan. Sangat mungkin. Sederhana dan realistis. Coba anda bayangkan saat penulis cilik Palestina berpeluh ria dalam sebuah surat cintanya kepada saudara-saudaranya yang ada di penjuru dunia. Lalu kita adalah “agen pembawa” nya. Sudah berapa banyak pahala yang kita tanam apabila 1.000 orang mulai menjadi tergerak membantu karenanya. Semoga Allah mempersatukan hati-hati kita selalu. Wallahualam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebuah esai dalam lomba simposium internasional 4, Education for Palestina&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-8752240575218194043?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/8752240575218194043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/01/membangun-butir-butir-kekuatan-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/8752240575218194043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/8752240575218194043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2010/01/membangun-butir-butir-kekuatan-bangsa.html' title=''/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-7140133243789808451</id><published>2009-12-26T06:45:00.001-08:00</published><updated>2009-12-26T07:09:14.250-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SzYml5M4s4I/AAAAAAAAAEo/Fep01UARGb0/s1600-h/sangmurabbi.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 233px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SzYml5M4s4I/AAAAAAAAAEo/Fep01UARGb0/s320/sangmurabbi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419561634038854530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha suci Allah, rabbul 'alamin...yang telah mengutus rasul Nya dengan petunjuk dan agama yang benar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih teringat, saat saya mengutip tulisan yang dibuat oleh (alm.)Ust. Rahmat Abdullah yang saya tuliskan kembali di sebuah note dalam facebook. Berikut kutipannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kematian Hati"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. "Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka", ucapnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata.&lt;br /&gt;Dimana kau letakkan dirimu?&lt;br /&gt;Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.&lt;br /&gt;Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma'siat menggodamu dan engkau meni'matinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP &amp; SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan. Mungkin engkau mulai berfikir "Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh" Betapa jamaknya 'dosa kecil' itu dalam hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat "TV Thaghut" menyiarkan segala "kesombongan jahiliyah dan maksiat"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan " Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?"&lt;br /&gt;Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang "Ini tidak islami" berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?&lt;br /&gt;Sekarang kau telah jadi kader hebat.&lt;br /&gt;Tidak lagi malu-malu tampil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru engkau akan dihadang tantangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki. Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mau menghormati ummat yang "kiayi"nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan "Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku" dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan "Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua" Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da'wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir ? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka.&lt;br /&gt;Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa "westernnya" . Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan "lihatlah, betapa Amerikanya aku".&lt;br /&gt;Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.&lt;br /&gt;Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini datang "pemimpin" ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil, rumah mewah, "toko emas berjalan" dan segudang asesori. Saat fatwa digenderangkan, telinga ummat telah tuli oleh dentam berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. "Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SzYmX6bU-9I/AAAAAAAAAEg/mpQebjkVgLE/s1600-h/ust-rahmat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 283px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SzYmX6bU-9I/AAAAAAAAAEg/mpQebjkVgLE/s320/ust-rahmat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419561393849695186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ust. Rahmat Abdullah (Alm.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Saya hanya dapat berdoa sekarang pada-Nya, semoga jiwa-jiwa ini takkan pernah bosan oleh silau cahaya-Nya. Semoga jiwa-jiwa ini takkan pernah beku karena keangkuhannya. Semoga jiwa-jiwa ini selalu sadar akan raga nya yang sedang berbuat maksiat. Semoga jiwa-jiwa ini takkan pernah mati. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahualam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-7140133243789808451?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/7140133243789808451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/12/bismillah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/7140133243789808451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/7140133243789808451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/12/bismillah.html' title=''/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SzYml5M4s4I/AAAAAAAAAEo/Fep01UARGb0/s72-c/sangmurabbi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-6529968669199119512</id><published>2009-12-17T23:39:00.000-08:00</published><updated>2009-12-19T07:29:15.525-08:00</updated><title type='text'>Tahun "Pembelajaran"...</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha suci Allah SWT,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, tak terasa saya telah kembali pada awal tahun hijriyah lagi...Sungguh rabb, segala puji bagi Engkau,,,Engkau masih memberikan kesempatan bagiku WAKTU untuk mencari rahmat-Mu, kesempatan tuk berusaha mendapatkan kasih sayang-Mu, kesempatan memperbaiki diriku untuk-Mu, kesempatan mempotensikan diriku untuk-Mu, kesempatan mendapatkan apa yang aku butuhkan untuk ada di sisi-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh rabb,,,NIKMAT WAKTU yang Engkau berikan pun, ternyata sudah melahirkan banyak NIKMAT yang lain..Sungguh, tak pantas aku mendustakan nikmat WAKTU-Mu ini...na'udzubillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm,,,hanya ingin merefleksi kehidupan saya selama satu tahun ini...Mudah-mudahan saya dapat menjadikannya bahan muhasabah dan perbaikan, bukan perbincangan dan perdebatan kembali, ataupun sekedar berandai-andai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal tahun kemarin: Mendapatkan amanah yang cukup banyak dalam satu waktu. Ini saya rasakan cukup berat, karena sungguh saat itu saya merasa saya belum cukup kompeten di dalamnya, dari segi kemampuan manajerial ataupun pemahaman. Dari sini, hikmah yang ingin saya tarik adalah perlunya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;akselerasi dalam pembelajaran, karena keterbutuhan itu dinamis dan cepat berkembang, &lt;/span&gt;maka harus ada usaha dari kita untuk mengikuti sesuai dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di awal tahun: kecelakaan motor. hm,,saya melihat ini merupakan "pembelajaran" saya yang paling berharga dalam hal kesabaran mengendarai motor..karena itulah pertama kali nya saya mengalami kecelakaan motor, dan hikmahnya adalah salah satu tiang sabar, yaitu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;pengendalian diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Di perempat tahun: Mengalami even terpanas di FK : Olymphiart. Menjadi momen berharga saya di angkatan saya, karena saya belajar bahwa takdir menjadi "keluarga" di angkatan 2007 menuntut saya untuk &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;lebih respek dan tanggap &lt;/span&gt;terhadap "keluarga" terdekat saya sendiri. Menuntut, bukan berarti ada yang menuntut, melainkan sesuatu yang sudah menjadi hakikat nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pertengahan tahun: Mendapat amanah yang lebih. Disini, saya belajar bagaimana "menerima" sesuatu dengan sabar. Karena, sekali lagi, sabar itu ada 2 tiang. Semangat dan pengendalian diri. Semangat, berarti mau optimal dan maksimal dalam amanah dan amalnya. Karena kesempatan untuk mendulang ladang pahala yang banyak, tidak diberikan pada setiap manusia...Mudah-mudahan kesempatan yang Allah berikan ini tidak saya sia-siakan...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;" Ya Rabb, Jangan Engkau masukkan aku ke dalam orang-orang yang zalim. Dan Jangan pula engkau biarkan aku memakai jubah Kesombongan di bumi-Mu ini, ya rabb..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Di pertengahan tahun pula: Mendapat ujian akademik yang luar biasa. Saat itu, ujian yang saya alami, sangatlah berkesan. Pertama, tingkat kesulitan dan resiko nya yang cukup besar. Kedua, saya belajar untuk tidak pernah berputus asa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Laa tahzan, innallaha ma'ana.."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Saya menyadari bahwa seorang muslim tidak patut untuk berputus asa, karena asa itu selalu ada dari-Nya. Dan insya allah, buahnya pun manis saat nafas semangat lebih panjang daripada keluh nya (dapet nilai yang baik...^0^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal tahun ajaran baru: Mengikuti OSPEK 2009. Mendapat amanah menjadi tim ROHANI OSPEK. Saya mendapatkan amanah untuk tetap menjaga OSPEK 2009 menjadi OSPEK yang religius. Hukmah yang paling terasa adalah kondisi OSPEK dimana saat puasa kita semua mengerahkan daya kita untuk memberikan yang terbaik untuk adik-adik kita. Sungguh, "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;hanya yang bertahan yang kan sampai tujuan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di Penghujung tahun: PEMIRA 2009. Hal paling berharga dalam kehidupan saya sebagai mahasiswa FK. Dari sana, saya menemukan "keluarga" baru dalam 10 hari. Merasakan dinamisme kehidupan FK. Merasakan kebutuhan belajar hal yang baru dalam waktu singkat. Di sana pula, saya juga menemukan harapan baru, semangat, "tamparan" keras dan cambuk semangat. Banyak hal yang saya dapat dan alami di sana (banyak pula hal yang tak dapat dituliskan disini). Namun yang jelas, hikmah yang paling saya ambil bahwa AMANAH itu bukanlah sesuatu yang main-main (karena GUNUNG pun menolaknya). Orang yang menjaga komitmen dalam amanah nya adalah yang paling komitmen dalam amal konkret dan niat nya. Orang yang selalu mengihsankan dirinya dalam bekerja, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BUKAN HANYA SEKEDAR ADA, MELAINKAN MEMILIKI MAKNA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;kehidupan saya selama satu tahun ini, tahun yang saya sendiri sebut adalah TAHUN PEMBELAJARAN. Sebenarnya masih banyak hal yang terjadi, yang mungkin tak dapat saya tulis disini. Mudah-mudahan ini tak sekedar menjadi sejarah hidup yang tertulis bagiku. Karena, saya ingin tahun depan menjadi bukan sekedar tahun pembelajaran, tetapi juga TAHUN KEBERMANFAATAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Takkan patah karena lelah, because it's lillah..&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahua'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-6529968669199119512?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/6529968669199119512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/12/tahun-pembelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6529968669199119512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/6529968669199119512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/12/tahun-pembelajaran.html' title='Tahun &quot;Pembelajaran&quot;...'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-4012606669747167323</id><published>2009-12-14T06:50:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T07:19:20.372-08:00</updated><title type='text'>Sudah berbuat apa kita?</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah SWT, yang atas kuasa nya, menciptakan semua pergantian, perputaran, segala hal yang ada di alam ini secara seimbang. Tak terasa, detik-detik dan menit-menit hidup ku pun ikut bergulir, dengan kuasa-Nya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal" Ali Imron 191&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menjadi refleksi bagiku di penghujung tahun ini. Pergantian tahun berarti semakin berkurang pula umurku, artinya, semakin dekat pula aku terhadap kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anda adalah rangkaian hari-hari. Jika satu hari telah lewat, maka akan berkurang umur anda.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, sudah berbuat apa saja kah aku sampai saat ini? Sudah sejauh mana aku hijrah dari kelalaian-kelalaian ini? atau bahkan aku masih terjebak dalam lumpur permainan dan senda gurau dunia ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-4012606669747167323?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/4012606669747167323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/12/sudah-berbuat-apa-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4012606669747167323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4012606669747167323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/12/sudah-berbuat-apa-kita.html' title='Sudah berbuat apa kita?'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-4683834465802787721</id><published>2009-12-13T01:44:00.000-08:00</published><updated>2009-12-13T02:09:29.167-08:00</updated><title type='text'>Seberapa pantas,,,</title><content type='html'>Rabb,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantaskah aku meminta kepada-Mu, nikmat yang lebih banyak lagi...&lt;br /&gt;Padahal tak jarang aku tidak bersyukur atas nikmat-Mu sebelumnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantaskah aku meminta kepada-Mu, hati yang bersih...&lt;br /&gt;Padahal tak jarang aku mengotori diriku sendiri,,,&lt;br /&gt;dalam jiwaku maupun ragaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantaskah aku meminta kepada-Mu, amanah yang lebih,,,&lt;br /&gt;Padahal tak jarang aku mengkhianati hak-hak orang lain dalam amanahku sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantaskah aku meminta kepada-Mu, umur yang lebih,,,&lt;br /&gt;Padahal tak jarang pula, umurku dihabiskan tanpa arti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Pantaskah aku?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,,,setidakpantas nya diriku ini, aku kan selalu meminta kepada-Mu..Karena TAK ADA yang dapat aku mintai selain kepada-Mu.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimalah penghambaan ku ini, Rabb...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-4683834465802787721?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/4683834465802787721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/12/seberapa-pantas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4683834465802787721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/4683834465802787721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/12/seberapa-pantas.html' title='Seberapa pantas,,,'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-3428580684975591483</id><published>2009-08-04T08:27:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T23:22:43.332-07:00</updated><title type='text'>Jangan pernah menendang seekor kangguru...</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah..akhirnya saya diberi kesempatan kembali untuk dapat menulis. Setidaknya, hal ini dapat membuat saya untuk memaksimalkan waktu luang yang ada, walau hanya dalam tulisan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SnkiDCdM1ZI/AAAAAAAAAD8/UsGCcnzG8UY/s1600-h/Waktu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 100px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SnkiDCdM1ZI/AAAAAAAAAD8/UsGCcnzG8UY/s320/Waktu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366357866582955410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Orang biasa itu mengisi waktunya, orang luar biasa itu memanfaatkan waktunya.."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini,,,saya mendapatkan sebuah pelajaran yang berharga. Hal itu saya temukan dalam aktifitas membaca saya...(tumbennya...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Itu tentang komunikasi.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SnkhkxlKu7I/AAAAAAAAAD0/sVibttyNWjY/s1600-h/komunikasi-efetif.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 158px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SnkhkxlKu7I/AAAAAAAAAD0/sVibttyNWjY/s320/komunikasi-efetif.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366357346656893874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya saya jarang sekali mendapatkan pelatihan2 tentang masalah soft skill, keorganisasian, dsb..makanya, mungkin saya sedikit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;excited&lt;/span&gt; setelah membaca artikel tersebut..(bukan berarti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;norak&lt;/span&gt; ya...^0^,)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel tersebut membahas bagaimana berkomunikasi efektif..Jadi, untuk teori nya, akan saya bahas secara singkat, tajam, setajam...pisau cukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia itu memang makhluk sosial, artinya pasti berinteraksi dengan makhluk yang lainnya, dalam keadaan langsung ataupun tidak. Oleh karena itu, selalu juga muncul yang namanya konflik atau perselisihan. Hal itu muncul, lebih banyak dikarenakan adanya pertentangan dalam pandangan, keinginan, tujuan, dsb..Namun sejogja nya, perbedaan itu akan sangat terlihat dan menonjol, apabila masing2 pihak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keukeuh&lt;/span&gt; dengan pendapatnya masing2, merasa bahwa pendapatnya paling benar...dan yang paling parah, apabila ternyata masing2 penyampai pesan tidak dapat memberikan pesannya dengan baik, padahal mungkin sesungguhnya pesan itu "mendamaikan"...(pernah ngerasa seperti itu???...^^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat quotes ini??&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SnkiZMFdg4I/AAAAAAAAAEE/X9N1AKup6kw/s1600-h/Tentara+Muslim.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 127px; height: 108px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SnkiZMFdg4I/AAAAAAAAAEE/X9N1AKup6kw/s320/Tentara+Muslim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366358247124861826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;" The man behind the gun.."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tentu saja ini berkaitan dengan komunikasi. The man sebagai penyampai pesan, peluru sebagai pesan itu sendiri, dan the gun itu sendiri adalah "media" nya. Secara logis, peluru dari the gun tidak akan mencapai tepat sasaran apabila waktu, tempat, dan kondisinya tidak tepat kan??Sebaliknya, justru hal itu bisa menjadi kelemahan tersendiri, karena (misalnya) peluru nya&lt;br /&gt;menjadi terbuang percuma. Hanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Numpang Lewat&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jelas dapat disimpulkan bahwa the gun itu harus dapat dikendalikan oleh the man. Hal ini dapat di analogikan dengan proses komunikasi yang kita lakukan, bahwa dalam berkomunikasi, kita harus bisa mengendalikan komunikasi itu sendiri agar tujuan dan arahnya jelas dan dapat tersampaikan, bukan dikendalikan. Tujuan??Jelas pesan itu sendiri butuh dasar tujuan..&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apapun yang kita lakukan, lakukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;itu di atas dasar tujuan.."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Karena dengan "dasar", manusia bisa berkomunikasi secara logis, bukan asal-asalan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dalam persiapan berkomunikasi, ada beberapa saran yang harus diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, bayangkan pertemuan tersebut dalam benak kita. Lalu usahakan memvisualisasikan pertemuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, rencanakan faktor kebetulan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;:"Jangan membiarkan apapun ditentukan oleh faktor kebetulan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; santailah! Hal ini mesti kita perhatikan agar kita dapat lebih mudah berkonsentrasi dalam berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat, &lt;/span&gt;cari "petunjuk" sebagai senjata. "Petunjuk" itu dapat kita gunakan apabila terjadi saat2 dimana suasana menjadi panas, kaku, ataupun membuat kita dalam keadaan terpojok. "Petunjuk" itu sendiri dapat berupa semua benda atau hal yang dapat mencairkan suasana dan mengalihkan perhatian sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tips untuk dapat menyusun pesan yang baik.&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Attention&lt;br /&gt;2. Need&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3. Satisfaction&lt;br /&gt;4. Visualization&lt;br /&gt;5. Action&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat, apabila kamu ingin mempengaruhi orang lain dalam menyusun pesan, kamu rebut dulu perhatiannya, lalu bangkitkan kebutuhannya, berikan petunjuk bagaimana caranya untuk memuaskan kebutuhan itu, gambarkan kepentingan dia melakukan kebutuhan tersebut, lalu dorong dia untuk melakukan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, kamu berkata kepada temanmu, "lihat rambutmu!". Ini sebagai penarik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perhatian. &lt;/span&gt;Lalu kamu menyatakan bahwa rambutnya perlu dipotong. Itu merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kebutuhan &lt;/span&gt;nya. Setelah itu kamu katakan bahwa sudah saatnya rambutnya dipotong. Ini merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pemuasan. &lt;/span&gt;Lalu kamu berikan penjelasan bahwa apabila rambut kamu tidak dipotong, akan mengganggu orang yang disekitar dan akan terlihat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brandal&lt;/span&gt;. Namun apabila dipotong, akan tampak rapi, gagah. Ini merupakan usaha&lt;span style="font-style: italic;"&gt; visualisasi&lt;/span&gt;. "Ayo cukurlah rambutmu sekarang!" adalah saran anda untuk melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tindakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah,,,cukup singkat kan penjelasannya??^^&lt;br /&gt;Memang,,,pada hakikatnya, berkomunikasi itu merupakan kegiatan yang harus dicermati dan direncanakan sebelum melakukannya. Dalam judul di atas, saya berikan ungkapan yang cukup menarik, "jangan pernah menendang seekor kangguru".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Snki7Dyx4OI/AAAAAAAAAEM/3R70swz7LHs/s1600-h/Kangguru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 116px; height: 88px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Snki7Dyx4OI/AAAAAAAAAEM/3R70swz7LHs/s320/Kangguru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366358829014573282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seekor kangguru hakikatnya lihai dalam masalah tendang-menendang. Oleh karena itu, janganlah kita lawan kangguru tersebut dengan permainan tendang-menendang, karena kita pasti kalah. Namun, bukan berarti kita harus menghindar, karena kita juga harus dapat mencari cara yang membuat kita menentukan aturan mainnya, selain tendang-menendang. Karena itu, sebelum berkomunikasi, pastikan, pikirkan kelebihan dan kekurangan kita maupun sang objek, dan rancang komunikasi dengan cermat dan tepat.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Khatibul qaumi ‘ala qadri uqulihim”, Berkomunikasilah dengan suatu kelompok masyarakat sesuai dengan kadar intelektualitas mereka.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Mudah2an, dengan ilmu ini bisa membuat proses komunikasi para aktivid da'wah dapat berjalan lebih baik. Inget, da'wah itu visioner. Jangan sampai apa2 yang kita sampaikan pada mad'u kita, hanya sekadar numpang lewat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SnkkxodmA4I/AAAAAAAAAEU/uFDzt2JmYUg/s1600-h/FULDFK.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 281px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SnkkxodmA4I/AAAAAAAAAEU/uFDzt2JmYUg/s320/FULDFK.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366360866082390914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang ini juga mau numpang lewat nih...Para kader terbaik dari FULDFK (insya allah)...hehe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Allahua'lam.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-3428580684975591483?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/3428580684975591483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/08/jangan-pernah-menendang-seekor-kangguru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/3428580684975591483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/3428580684975591483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/08/jangan-pernah-menendang-seekor-kangguru.html' title='Jangan pernah menendang seekor kangguru...'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SnkiDCdM1ZI/AAAAAAAAAD8/UsGCcnzG8UY/s72-c/Waktu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-3947420609312605731</id><published>2009-07-03T21:39:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T18:02:09.969-07:00</updated><title type='text'>We can't give what we don't have</title><content type='html'>Bismillah,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We can't give what we don't have",,,&lt;br /&gt;klo dipikir2,,,yaiyalah,,,masa mw ngasih tp gak punya,,adanya mah mw punya tapi gak mw ngasih,,,,^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote ini saya dapat dr sebuah training,,,,ada yg tw training apakah itu????apa???kurang keras jawabnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya betul! itu training bukan sembarang training. Bahkan peserta nya aja bukan sembarang peserta. Jadi,,,training itu tuh disebutnya TFT(Training For Tutor).Jadi udah kebayang kn pesertanya syapa aja????^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah,,peserta nya adalah para Tutor!Lho??tutor??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sk9fudUGhTI/AAAAAAAAADM/Fg--WlXXDUw/s1600-h/17.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 111px; height: 75px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sk9fudUGhTI/AAAAAAAAADM/Fg--WlXXDUw/s320/17.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354603733714371890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Eh,,,bukan tutor yg ini,,,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sk9fudUGhTI/AAAAAAAAADM/Fg--WlXXDUw/s1600-h/17.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;(bagi anak FK mgkn kebayangnya adalah para dokter yg 'ngawasin' tutorial,,)&lt;br /&gt;bukan2,,,tolong kita semua samakan persepsi, bahwa yg dimaksud tutor adalah mentor2 agama yg ada di menlan ataupun mencil. Klo "mentor" berarti kn yg dimentor itu namanya "mentee"(baca:menti), ya klo "tutor" yg ditutorkan namanya "tutee"(baca:tuti). gak repot kn???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sk9ggFVjMLI/AAAAAAAAADU/CoCCscFmAq4/s1600-h/18.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 124px; height: 93px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sk9ggFVjMLI/AAAAAAAAADU/CoCCscFmAq4/s320/18.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354604586271453362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;yah,,,diLANJUTKAN!..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah,,,berbicara tentang mentor,,,pasti berbicara tentang pembinaan diri,,,berbicara tentang pembinaan diri,,,em,,,sebelumnya ada pertanyaan nih,,,kita itu&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;sekarang&lt;span style="font-style: italic;"&gt; pantes&lt;/span&gt; nya dimentor atau yg mentor &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sih&lt;/span&gt;???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klo ada yg jwab 'yg dimentor' itu betul. klo ada yg jawab 'yg mentor' itu juga benar. Lho???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah,,,krn sekarang permasalahannya adalah jawabannya itu memilih diantara satu atau kedua2nya. klo memilih satu, berarti kurang pede atau terlalu pede,,,klo memilih k2 nya, berarti cukup pede. milih yang mana coba, yg kurang, cukup ,atau berlebih???^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;now,,,ada yg masih kurang pede sekarang???hmmm,,,,saya tw deh jawabannya kenapa,,,pasti ngerasa blum cukup pantes utk jadi mentor, belum paham banyak, belum pnya pengetahuan islam yg luas, ngaji nya blon bagus, dst,,,,bner kn???eh,,celingak-celinguk,,hayo ngaku aja!,,,^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmmm,,,coba deh kita pikir kembali,,,,sudahkah tmn2 ikut mentoring???belum???buruan!!,,hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah bagi yg udah nih,,,sudah brpa lamakah tmn2 ikut mentoring???hah??baru aja???gak papa,,,santai saja,,,ikutin aja trus y (jgn bosen2),,,**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi yg udah lama,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmmmm,,,tmn2 merasa gak, bahwa sebenarnya tmn2 dimentoring itu adalah mnjadi sebuah proses pembelajaran tmn2 untuk mnjd mentor nntnya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"nahnu du'at qobla kulli syaiin'"&lt;br /&gt;"kita itu da'i sebelum yg lain"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada sebuah pengalaman dari seorang direktur industri pesawat terbang d Indonesia yang bukan merupakan orang yang berpengalaman dalam mengelola bidang penerbangan.&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mungkin memang orang2 memandang saya kurang berpengalaman dalam bidang industri penerbangan, tapi saya adalah orang yang paling berpengalaman bagaimana bidang ini seharusnya dikelola. Karena saya sangat berpengalaman menjadi penumpang, yang mengerti apa yang dimau penumpang dalam penerbangan.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah,,menjadi seorang pementor,,mungkin bisa di analogikan seperti itu. Menjadi orang yang sangat berpengalaman dalam mentoring.&lt;br /&gt;Itulah tmn2 semua. Yang sudah merasakan asam garam nya mentoring. Jadi, dengan alur pikir seperti itu, teman2 seharusnya menyadari bahwa modal tmn2 utk menjadi mentor itu sudah LUAR BIASA.^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sampaikan walau hanya satu ayat,,,&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sk9i4aPNNMI/AAAAAAAAADk/xxyaXKnj89I/s1600-h/100_3247.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sk9i4aPNNMI/AAAAAAAAADk/xxyaXKnj89I/s320/100_3247.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354607203222107330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, menjadi pementor. Satu kunci yang penting. "Semua pembicara itu berbicara hanya apa yang ia tahu.".Jadi saat ini kira2 apa sih yg temen2 paling ketahui???&lt;br /&gt;nah ada tips nya nih utk tmn2 yg masih rada ragu (kurang pede) untuk jd mentor. Karena sadar atau nggak, pengetahuan atau ilmu yang paling tmn2 kuasain dan mgkn cuma tmn2 yg paling tw ttg itu adalah SEJARAH HIDUP tmn2 sendiri. Mudah kan, hanya tinggal mencari2 pengalaman hidup tmn2 dan menerjemahkannya dalam bahasa yang informatif lalu ambil hikmahnya dari sana???,,,^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terkait lho sama judul yang di atas."We can't give what we don't have".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klo kalimat di atas diubah menjadi kalimat yang positif, menjadi "We can give what we have".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So,,,jangan ragu, jangan malu, apalagi (sekali lagi) sampe nangis!Untuk menyampaikan sesuatu yang bermanfaat walaupun hanya sedikit!Terus berjuang, bergerak, dan produktif!Hidup di dunia kan cuma sekali nih (cuma numpang lagi,,,).^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sk9jern67VI/AAAAAAAAADs/7ir7nwQXflw/s1600-h/100_3671.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sk9jern67VI/AAAAAAAAADs/7ir7nwQXflw/s320/100_3671.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354607860724198738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bebaskanlah pikiranmu dan berilah manfaat pada yang lainnya!,,,^^&lt;br /&gt;(jangan seperti kodok ini nih,,,ngerasa gak bebas,,,)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Allahua'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-3947420609312605731?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/3947420609312605731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/07/we-cant-give-what-we-dont-have.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/3947420609312605731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/3947420609312605731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/07/we-cant-give-what-we-dont-have.html' title='We can&apos;t give what we don&apos;t have'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sk9fudUGhTI/AAAAAAAAADM/Fg--WlXXDUw/s72-c/17.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-2468877492767637353</id><published>2009-06-20T23:28:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T06:13:58.730-07:00</updated><title type='text'>2014,,,</title><content type='html'>Bismillah,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu siang hari,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang berjalan-jalan ke daerah-daerah di bandung dengan menggunakan (baca:numpang) mobil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mercedes Benz&lt;/span&gt; merk terbaru dengan teman-teman atau rekan sejawat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj3UiopryPI/AAAAAAAAACA/11OGdrBv9So/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 190px; height: 126px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj3UiopryPI/AAAAAAAAACA/11OGdrBv9So/s320/7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349665623878912242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;With friends,,,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Saat sedang jalan-jalan,,,saya menemukan sebuah spanduk besar yang mempublikasikan suatu acara Mentoring Gabungan se-Bandung Raya di suatu Universitas. Di sana terpampang spanduk atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baliho&lt;/span&gt; besar yang bergambar sang pemberi materinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj4L16JSZAI/AAAAAAAAACQ/1y4M6eGXN_s/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 91px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj4L16JSZAI/AAAAAAAAACQ/1y4M6eGXN_s/s320/9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349726428131910658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yah,,,tak mengherankan bagi saya saat itu karena yang mengadakan acaranya adalah salah satu universitas islam terkenal di bandung.(pada taw donk apa itu,,,hehe).&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj4KRo_kN8I/AAAAAAAAACI/0LDdk5eodAI/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 137px; height: 91px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj4KRo_kN8I/AAAAAAAAACI/0LDdk5eodAI/s320/8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349724705540814786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencermatinya dengan seksama, saya dan teman-teman kembali melanjutkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tafakur alam&lt;/span&gt; saya di bandung. Beberapa saat kemudian saya menemukan kembali, ada papan reklame besar, dengan jenis digital yang melintang di atas jalan seperti jembatan penyebrangan. Di sana ada juga iklan yang bertuliskan, "TA'LIMAT (Himbauan) DARI WALIKOTA BANDUNG! HADIRILAH TAUJIH RUHIYAH SE-BANDUNG RAYA PADA...".Saat melihat itu, saya pun merasa tak heran dengan adanya hal tersebut. Hal seperti sudah dapat kita lihat dimana-mana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kok&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, saya kembali melanjutkan perjalanan. Setelah beberapa saat melewati papan reklame tadi, saya menemukan suatu bangunan yang cukup sederhana, namun tampak elegan dan bersih. Di dalamnya ada sekitar puluhan orang yang sedang berkumpul dalam bentuk suatu lingkaran.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj4QTphorrI/AAAAAAAAACY/Tr76t6hjShs/s1600-h/10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 130px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj4QTphorrI/AAAAAAAAACY/Tr76t6hjShs/s320/10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349731337113218738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Saat itu saya langsung mencari-cari nama bangunan tersebut lewat tulisan-tulisan yang biasanya terpampang di depan bangunan tersebut. Setelah menemukannya, ternyata bangunan tersebut adalah Masjid UNPAD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj4WjxoIsRI/AAAAAAAAACo/Pyjdvnno5sc/s1600-h/12.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 106px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj4WjxoIsRI/AAAAAAAAACo/Pyjdvnno5sc/s320/12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349738211235639570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj4WjxoIsRI/AAAAAAAAACo/Pyjdvnno5sc/s1600-h/12.jpg"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanallah,,,^^&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Yah,,,saya cukup tercengang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sih&lt;/span&gt;. Tapi tampaknya hal itu juga sudah dapat kita lihat dimana-mana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kok&lt;/span&gt; ^.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya jalan kembali dengan teman-teman saya itu. Setelah melewati beberapa belokan, saya dan teman-teman beristirahat di suatu tempat yang sepertinya saya baru pertama kali lihat tempat tersebut. Dan tiba-tiba ada seseorang yang mendekati saya,,,ternyata dia adalah "saudara" saya yang dahulu pernah saya kenal.&lt;br /&gt;Saya bertanya kepada dia, "Assalamualaikum akh, apa kabar? Lama tak jumpa,,,", dia menjawab, "Waalaykumsalam akh, ana juga. udah lama yah,,,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj4ajnscW9I/AAAAAAAAAC4/SA7HOAh4ACY/s1600-h/14.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 116px; height: 87px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj4ajnscW9I/AAAAAAAAAC4/SA7HOAh4ACY/s320/14.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349742606615862226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali bertanya, "bagaimana kabarnya?,,"&lt;br /&gt;Dia menjawab, "alhamdulillah,,,antum bisa lihat hasilnya sekarang ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kok&lt;/span&gt;,,,"&lt;br /&gt;"maksudnya akh??,,,"&lt;br /&gt;"Tuh,,,," Sambil menunjuk ke satu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat ke arah yang beliau tunjuk, Terpampang papan, "DKM Al-Muhajirin Universitas Kristen Maranatha"&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj4cgNsv4nI/AAAAAAAAADA/QSmaH3y5RL0/s1600-h/15.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 129px; height: 129px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj4cgNsv4nI/AAAAAAAAADA/QSmaH3y5RL0/s320/15.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349744747121468018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ternyata, saat itu saya sedang beristirahat di selasar masjid yang ada di Universitas Maranatha yang memang baru dibuat. Cukup tercengang saya karena 5 tahun yang lalu (2009) , jangankan&lt;br /&gt;ada masjidnya, DKM pun saja tidak diizinkan untuk ada. Namun ternyata, mungkin berkat perjuangan para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sang pejuang&lt;/span&gt; yang ada di sana, hal yang mungkin terlihat konyol saat ini pun bisa terwujud!...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah,,,sekarang nih waktunya sesi tanya jawab dari temen2,,,hah??ada yang gak percaya sama tulisan yang saya buat ini???Okelah,,,mungkin temen2 gak percaya sekarang (Yaiyalah itu kan cerita dari tahun 2014,,,^),,, tapi,,,jangan salahkan siapa-siapa, jangan terkaget-kaget, apalagi sampai mukulin anak kecil saking gak percayanya,,,,kalau ternyata gambaran yang telah saya deskripsikan tadi terwujud di 2014!!Percayalah,,,itu bukan MIMPI.Tapi CITA-CITA yang insay allah menjadi kenyataan!....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,,,Dan Engkau melihat masuk ke dalam agama Allah beramai-ramai,,,Maka ucapkanlah tasbih dengan memuji TuhanMu dan mintalah ampun kepada-Nya, Sesungguhnya ia maha penerima taubat."&lt;/span&gt; Q.S An Nasr: 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahua'alam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-2468877492767637353?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/2468877492767637353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/06/2014.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2468877492767637353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2468877492767637353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/06/2014.html' title='2014,,,'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/Sj3UiopryPI/AAAAAAAAACA/11OGdrBv9So/s72-c/7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4571840940611339369.post-2651067204546078546</id><published>2009-06-19T03:02:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T03:24:02.976-07:00</updated><title type='text'>Firstly,,,</title><content type='html'>Bismillah,,,,&lt;br /&gt;Hmph, entah harus bicara apa ya untuk posting pertama ini. Merasa aneh karena ternyata banyak hal baru di zaman internet begini boo,,,,(apakah saya yang aneh, dunia yang aneh, lingkungan saya yang aneh, atau saya yang tidak terbiasa dengan hal yang aneh??semua tampak aneh bagi saya,,,)^0^,&lt;br /&gt;Tapi insya allah, dengan memulai ini, berarti saya sudah berani untuk mau membuka diri dengan lingkungan, tanpa harus memaksakan lingkungan yang harus membukakan diri kepada saya. hehe&lt;br /&gt;Dan mudah2an apa yang saya tulis kata per kata ini, tidak sia2 di mata Allah. Sayang bgd kan waktu yang saya pakai untuk nulis nih, kalo ternyata tidak dapat memberikan manfaat kepada yang lain.^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SjtltaGU8HI/AAAAAAAAAAM/h7AF3V8d920/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 171px; height: 190px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SjtltaGU8HI/AAAAAAAAAAM/h7AF3V8d920/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348980813206974578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaya kucing ini nih,,,gak ada kerjaan maen pistol-pistolan sama bebek. ngabis2in waktu aja,,hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus,,&lt;/span&gt;Klo ada yang ingin membubuhi komentar atau kritikan, sindiran, pujian (eits,,jangan atuh,,pujian sepatutnya hanya untuk Allah aja deh kayanya,,,hehe) ya mangga aja,,,jangan malu, jangan ragu, jangan takut, apalagi sampe nangis!,,,agar tercipta suasana saling menasehati, yuk&lt;span style="font-style: italic;"&gt; saa&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tnya kita bicara dan bergerak!,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu a'lam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4571840940611339369-2651067204546078546?l=whatsnew-amei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/feeds/2651067204546078546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/06/firstly.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2651067204546078546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4571840940611339369/posts/default/2651067204546078546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://whatsnew-amei.blogspot.com/2009/06/firstly.html' title='Firstly,,,'/><author><name>Ahmad Meiyanto W U</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02389472404611397593</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/-_AO5WnN6FkI/TzE54GfdGYI/AAAAAAAAAHo/syEdmFvUMs8/s220/Foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-MSaAtIYjAI/SjtltaGU8HI/AAAAAAAAAAM/h7AF3V8d920/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
